Hari Deman Berdarah Nasional : Definisi, Fase Klinis dan Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Hai, NutriCiers!
Pasti tahu penyakit demam berdarah dengue (DBD), ‘kan?
Penyakit ini memang cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia karena merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia yang telah banyak memakan korban. Nah, ternyata di Indonesia sendiri setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Demam Berdarah Nasional, loh! Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai penyakit demam berdarah ini!
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes Albopictus. DBD sering dikaitkan dengan musim penghujan, padahal penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun. Hanya saja, saat musim penghujan akan lebih banyak tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak sehingga meningkat pula risiko terjadinya DBD. Sayangnya, kasus DBD di Indonesia selalu mengalami peningkatan dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang belum dapat ditanggulangi.
Demam berdarah ini merupakan infeksi mirip flu yang parah dan dapat menyerang semua kelompok umur. Menurut WHO, terdapat tiga fase klinis dari DBD berdasarkan hari terjangkitnya, yakni fase demam, kritis dan pemulihan. Pada fase demam (hari 1-3), terjadi demam ringan yang mana secara tiba-tiba suhu badan dapat mengalami kenaikan hingga 40oC. Fase ini diikuti gejala lainnya, seperti muncul bercak kemerahan pada kulit, sakit kepala, sakit tenggorokan, mual, muntah, hingga nyeri otot dan sendi. Pada fase kritis (hari 4-6) biasanya suhu badan turun menjadi 370C. Namun, pada fase ini justru sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan, disfungsi organ, koagulasi intravascular diseminata, hingga syok dan dapat mengancam nyawa. Sementara itu, pada fase pemulihan (hari >7) nafsu makan, gangguan pencernaan dan sirkulasi darah mulai membaik serta sel darah putih pun mulai naik.
Namun, NutriCiers tak perlu khawatir! Masih ada banyak cara untuk mencegah penyakit ini. Salah satunya dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M PLUS. Mungkin NutriCiers sudah tidak asing dengan 3M, bukan? Pencegahan dengan gerakan 3M meliputi :
1. Menguras tempat penampungan air.
2. Menutup tempat tampungan air.
3. Mendaur ulang barang-barang bekas.
Sementara itu, PLUS-nya merupakan tambahan untuk mencegah perkembang biakkan nyamuk pembawa virus dengue, misalnya dengan memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti nyamuk dan memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
Nah, tak kalah penting juga, NutriCiers harus tetap menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi untuk mencegah tubuh terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD), ya!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
