Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Hari Gizi Nasional, Ada Apa dengan Anemia pada Remaja?

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Hari Gizi Nasional, Ada Apa dengan Anemia pada Remaja?
Prevalensi anemia pada remaja Indonesia ternyata cukup mengkhawatirkan!
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/group-college-university-students-hanging-out_7732624.htm#page=1&query=teenager&position=1

Hai, NutriCiers!

Hari Gizi Nasional ke-61 yang jatuh pada tanggal 21 Januari 2021 lalu mengangkat tema "Remaja Sehat, Bebas Anemia". Tema yang diangkat ini bukan tanpa alasan loh, NutriCiers! Sebab pravalensi anemia pada remaja Indonesia ternyata cukup mengkhawatirkan. Menurut data Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja Indonesia mencapai 32% atau 3—4 dari 10 remaja Indonesia mengalami anemia. Padahal, masalah anemia pada remaja dapat menganggu perkembangan dan produktivitas, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit saat dewasa, dan berisiko melahirkan anak yang memiliki permasalahan gizi di kemudian hari.  

Anemia sendiri merupakan kondisi terjadinya penurunan konsentrasi hemoglobin (Hb) dan/atau sel darah merah, sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya, yakni membawa oksigen yang cukup untuk jaringan di dalam tubuh. Penyebab anemia pun beragam. Pada remaja, masa pubertas meningkatkan kebutuhan asupan zat besi untuk pembentukan sel darah merah, bila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka remaja tersebut dapat mengalami anemia. Dalam hal ini, remaja perempuan lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan remaja laki-laki, sebab perempuan mengalami siklus menstruasi setiap bulannya. Selain itu, masalah lainnya, seperti kehilangan darah secara kronis dan mendadak, asupan gizi yang tidak kuat, dan melewatkan sarapan pun dapat menyebabkan anemia.

Gejala anemia dapat ditandai dengan 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai. Selain itu, penderita anemia akan mengeluhkan gejala sakit kepala, sesak napas, detak jantung tidak teratur, kulit pucat, rasa pada mulut berubah, dan telinga berdenging (tinnitus). Namun, NutriCiers tidak perlu khawatir! Anemia sangat mudah dicegah, loh! Caranya dengan mengonsumsi makanan sumber zat besi, tembaga, seng, asam folat, vitamin B12, vitamin C dan protein. Contoh makanan yang baik bagi penderita anemia adalah madu, daging merah, kacang-kacangan, sayur-sayuran yang tinggi zat besi dan vitamin B12 serta buah-buahan yang mengandung vitamin C.

Dalam mencegah anemia, dianjurkan pula mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk memastikan asupan zat besinya terpenuhi. Lebih lanjut, hindari juga konsumsi teh, kopi, dan junk food. Teh dan kopi mengandung zat antigizi tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Sementara itu, junk food hanya mengandung sedikit bahkan tidak mengandung zat gizi yang baik, tetapi mengandung lemak jenuh, kolesterol, dan natrium yang sangat tinggi sehingga konsumsi junk food yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi di dalam tubuh. Konsumsi junk food perlu digarisbawahi karena saat ini konsumsi junk food pada remaja sangat mengkhawatirkan. Dan yang lebih penting, jangan lupa untuk berolahraga dan istirahat yang cukup ya, NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anemia#gizi#hari gizi nasional#Healthy#hemoglobin#Information#kesehatan#kolesterol#kopi#lemak#menstruasi#olahraga#remaja#tablettambahdarah#tinnitus#zatbesi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya