Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Lupus: Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Lupus: Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita
Pengaruh hormonal dan kromosom X menyebabkan prevalensi wanita yang menderita lupus lebih tinggi.
Sumber foto: freepik

Halo NutriCiers!

Tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia. Untuk memperingati Hari Lupus Sedunia, kita akan mengenal lebih dalam mengenai penyakit lupus.  

Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kompleks yang ditandai dengan inflamasi pada seluruh tubuh yang melibatkan beberapa organ dan menimbulkan manifestasi klinis yang beragam pada setiap pasien. Etiologi dari penyakit SLE ini masih belum diketahui secara pasti, namun teori yang saat ini berkembang menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan karena adanya gangguan sistem imun pada sel B dan sel T, atau pada interaksi antara kedua sel tersebut. Hal ini akan mengakibatkan aktivasi sel B poliklonal dan menyebabkan terjadi pembentukan autoantibodi secara berlebihan. Autoantibodi merupakan antibodi patologik yang terbentuk akibat sistem imun tubuh tidak dapat membedakan antara bagian dari tubuh dengan benda asing yang harus diserang. Gejala yang muncul biasanya berupa kelelahan, ruam kupu-kupu yang merupakan ciri utama, fotosensitivitas, peluritis, atralgia, serta gangguan pada ginjal.

Prevalensi dari penyakit SLE berkisar antara 20-70 per 100.000 orang. Layaknya penyakit autoimun yang lain, penyakit SLE umumnya lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria. Rasio antara wanita dengan pria yang menderita SLE sebesar 9:1. Penyakit ini biasanya menyerang wanita pada usia produktif yaitu antara usia 15-40 tahun. Prevalensi penyakit SLE pada wanita lebih tinggi dibandingkan pria kemungkinan berkaitan erat dengan faktor hormonal serta pengaruh dari kromosom X.

Karena SLE lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria, maka para wanita perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Wanita yang menderita SLE memiliki risiko yang tinggi untuk terserang kanker terutama kanker serviks. Oleh karena itu, penting untuk melakukan konseling dan vaksinasi HPV pada wanita dengan SLE.
  • Wanita hamil dengan SLE memiliki risiko untuk mengalami preeklamsia, abortus spontan, intrauterine growth restriction, serta kelahiran prematur yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak mengalami SLE. Dilaporkan, dari total kehamilan dengan SLE, 75% berhasil lahir dengan selamat, sedangkan 25% nya mengalami keguguran. Oleh karena itu, wanita hamil dengan SLE perlu menjaga kehamilan dan rutin mengkonsumsi obat sesuai dengan saran dokter demi menjaga kesehatan janin dan ibu.

Nah itu tadi informasi mengenai penyakit lupus. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan Sobat NutriCiers semua.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#autoimun#hari lupus sedunia#Healthy#ibu hamil#imun#imunitas#Information#kehamilan#lupus#news#SLE#wanita

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya