Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Makanan Sehat Untuk Si Balita

Ditulis oleh Ivana Gelasia Lamudji2 menit baca
Makanan Sehat Untuk Si Balita
Pemberian makanan bergizi dan seimbang perlu diperhatikan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kebiasaan pola makan sehat balita

Hai NutriCiers!

Bagi orang tua penting sekali ya untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan si kecil, terutama saat memasuki umur balita (1-5 tahun).

Memasuki usia balita, pertumbuhan si kecil wajib diawasi karena dalam usia ini, kekurangan gizi sangat rawan terjadi dan hal ini sangat buruk karena dapat mengganggu pertumbuhan yang optimal.

Selain itu, kebiasaan pola makan sehat harus dibangun sejak kecil supaya mampu bertahan hingga dewasa.

Karena itu, pemberian makanan yang bergizi dan seimbang perlu diperhatikan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kebiasaan pola makan sehat si kecil.

Berikut penjelasan mengenai makanan yang sehat untuk usia balita:

  1. Sayuran dan buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan kaya akan nutrisi seperti vitamin A, vitamin K, vitamin C, serat, mineral, dan fitokimia yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

Selain itu, pengenalan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup saat usia anak-anak dapat mengurangi risiko penyakit tidak menular (obesitas, penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes) di usia dewasanya.

Asupan buah dan sayuran yang cukup juga mampu mengurangi risiko defisit mikronutrien (vitamin dan mineral) dan sejumlah penyakit pernapasan pada usia balita.

Karena itu, pengenalan konsumsi sayuran dan buah-buahan sejak dini dapat dilakukan secara rutin dengan penyesuaian porsi dan penyajian yang menarik ya.

Perlu diperhatikan juga untuk selalu mengikuti anjuran konsumsi yaitu sebanyak 250 gram sayur dan 150 gram buah tiap harinya untuk usia balita.

  1. Sumber protein 

Asupan protein dan asam amino esensial berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Protein yang didapat dari produk susu, daging, ikan, telur, dan protein nabati dapat mempengaruhi pertumbuhan si kecil lewat berat badan dan tinggi badan.

Karena itu, asupan protein yang cukup diperlukan supaya stunting (tinggi badan lebih pendek dibandingkan tinggi badan anak seusianya) dapat dicegah.

Namun, perlu diperhatikan bahwa konsumsi protein yang berlebihan dapat mengakibatkan obesitas pada usia balita.

Maka itu, konsumsi protein si kecil harus tetap dijaga agar tidak melebihi 1,1-1,2 g/kg berat badan tiap harinya ya atau bisa dikonsultasikan dengan Ahli Gizi.

Itu lah makanan-makanan sehat yang bisa diperhatikan untuk pertumbuhan dan perkembangan saat usia balita.

Lebih dari itu, tetap sesuaikan porsi makan dengan yang dianjurkan juga perhatikan konsumsi makanan lainnya seperti makanan berkarbohidrat dan susu.

Selain itu, jaga si kecil dari makanan yang tinggi gula ya, karena dapat menyebabkan karies gigi dan tidak baik untuk kesehatan.

Mari tanamkan pola makan sehat sejak dini dengan pengenalan akan konsumsi gizi yang seimbang. 

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Balita#buah#buah-buahan#gizi#gizi anak#gizi seimbang#Hari Anak Balita Nasional#karbohidrat#kesehatan#kesehatan anak#lemak#makanan#makanan bergizi#Makanan sehat#mineral#Pertumbuhan dan Perkembangan#pertumbuhan dan perkembangan anak#pola asupan makanan#protein#sayur#sayur-sayuran#sehat#tumbuh kembang#tumbuh kembang balita#vitamin#zatgizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya