Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Hari Lansia: Memotong Tali Diskriminasi Pada Lansia

Ditulis oleh Ivana Gelasia Lamudji2 menit baca
Hari Lansia: Memotong Tali Diskriminasi Pada Lansia
Memfasilitasi lingkungan yang ramah dan sehat merupakan cara yang dapat dilakukan untuk melawan tindakan diskriminatif pada lansia yang dapat memperburuk kesehatannya

Halo NutriCiers!

Dalam rangka memperingati hari lansia nasional pada tanggal 29 Mei, yuk kita bahas lebih dalam tentang ageism pada lansia.

Sebelum itu, pernah gak sih mengalami diskriminasi karena usia yang tidak tergolong muda lagi? 

Kalau iya, hal yang Anda rasakan adalah ageism.

Menurut WHO, ageism adalah sebuah stereotip (keyakinan) dan diskriminasi terhadap seseorang atau suatu kelompok berdasarkan usianya.

Hal ini bisa ditemukan dalam berbagai bentuk seperti prasangka negatif, tindakan diskriminatif, maupun suatu kebijakan yang menyetujui keyakinan stereotip. 

Ageism ini sering kali dialami orang-orang lanjut usia (lebih dari 60 tahun) dan dapat berdampak buruk pada kesehatannya.

Bahkan, hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri, stres kardiovaskuler, dan memberikan efek buruk pada kesehatan mental (kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma).

Berdasarkan Badan Pusat Statistik, pada tahun 2020, 9,92% populasi di Indonesia merupakan lansia.

Maka itu, layaknya kita menyediakan lingkungan yang ramah dan sehat untuk mereka, dengan cara-cara berikut ini:

  1. Mengedukasi diri untuk menghindari persepsi yang salah sehingga membangun pikiran dan tindakan yang positif ;
  2. Berani berbicara dan melawan tindakan diskriminatif dilingkungan Anda;
  3. Mulai membangun pengalaman pribadi dengan orang-orang lansia di sekitar, sehingga Anda dapat mengenal mereka lebih dalam dan membuang persepsi yang salah tentang mereka.

Lebih dari itu, kebanyakan ageism pada lansia mulai dari tidak adilnya pelayanan kesehatan sampai pembatasan dalam lingkungan kerja.

Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi dan juga stereotip yang salah bahwa penuaan menyebabkan penurunan biologis sehingga tidak mampu bekerja maksimal seperti orang muda.

Padahal banyak loh lansia di sekitar kita yang tidak kalah produktif dari orang-orang muda, bahkan dalam usia lansianya, mereka terus berkarya.

Nyatanya banyak nih upaya untuk NutriCiers yang berusia lanjut supaya tetap sehat, aktif, dan produktif. 

Mulai dari konsumsi makanan yang sehat seperti ikan, sayur, buah, susu, kacang-kacangan, gandum juga menghindari makanan yang tinggi akan gula, lemak jahat, dan daging olahan.

Selain itu, olahraga teratur dengan berjalan tiap hari juga dapat menjaga jantung tetap sehat, dan menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol di level yang aman sehingga badan tetap sehat dan aktif.

Gimana NutriCiers? Sekarang sudah mulai teredukasi dong dengan ageism yang terjadi pada lansia.

Mulai sekarang, perhatikan lingkungan dan jangan berdiam diri terhadap tindakan diskriminatif, juga bagi teman-teman lansia, tetap jaga kesehatan, tetap aktif, dan berkarya ya!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#ageism#aktivitas fisik#diskriminasi#edukasi diri#gizi#gizi seimbang#Hari Lansia Nasional#Healthy#Information#kesehatan mental#lanjut usia#lansia#makanan#makanan bergizi#mental health#news#olahraga#pendidikan gizi#pola makan#pola makan sehat#stereotip

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Manfaat Jeruk bagi Penderita Osteosarkoma

Citrus aurantium memiliki manfaat dalam mencegah risiko dan perkembangan osteosarkoma melalui kandungan flavonoidnya, yaitu naringenin Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/sliced-whole-or

Shabrina Olivia Mumtaz

Pentingnya Olahraga Untuk Penderita TBC

Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh penderita TBC, memperlamcar pernafasan serta mengembalikan fungsi paru-paru yang terganggu. Sumber gambar: https://unspla

Annisaa Fairuz Tyara