Manfaat Jeruk bagi Penderita Osteosarkoma
Hai, NutriCiers!
Tahukah NutriCiers apa itu osteosarkoma? Osteosarkoma adalah tumor ganas tulang primer karena sel mesenkim memproduksi osteoid atau tulang yang belum matang. Osteosarkoma merupakan kanker tulang primer paling sering terjadi pada anak-anak. Namun, kemungkinan kejadiannya meningkat lagi pada usia >60 tahun. Pada remaja, kejadian osteosarcoma diasosiasikan dengan perubahan hormonal dan/atau pertumbuhan fisiologis tulang dan pathogenesis osteosarcoma. Osteosarkoma lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria. Osteosarkoma paling sering terjadi di tulang paha, tulang kering, dan tulang lengan atas, tetapi juga dapat terjadi di tulang tengkorak, tulang rahang, dan tulang panggul. Faktor risiko yang menyebabkan osteosarcoma dikaitkan dengan gangguan mutasi germline termasuk retinoblastoma, sindrom Rothmund-Thomson, sindrom Li Fraumeni, dan sindrom Bloom. Penderita osteosarkoma biasanya mengalami nyeri dan pembesaran di tempat terjadinya osteosarcoma, serta pergerakan sendi yang semakin terbatas. Selain itu, penderita orsteosarkoma juga mengalami tanda-tanda kanker pada umumnya, yakni penurunan berat badan, malaise, dan demam.
Penemuan terbaru menunjukkan bahwa Citrus aurantium sebagai buah fungsional yang bermanfaat dalam mencegah risiko dan perkembangan osteosarkoma. Citrus aurantium biasa dikenal sebagai jeruk pahit atau bitter orange. Jeruk ini berasal dari Asia Tenggara dan telah menyebar keseluruh dunia. Jeruk ini digunakan sebagai penyedap dan agen pengasaman untuk makanan. Selain itu, jeruk ini juga digunakan dalam ramuan obat tradisional di negara-negara Asia.
Citrus aurantium mengandung vitamin, mineral, senyawa fenolik, dan terpenoid. Flavonoid yang termasuk kedalam fenolik menjadi yang penting dalam kesehatan karena mengandung antioksidan. Flavonoid dalam C. aurantium dibagi menjadi empat kelompok, yakni flavon, flavonol, flavonon, dan antosianin. Secara spesifik, naringenin yang merupakan flavonon memiliki manfaat terbesar untuk osteosarkoma. Narigenin dari C. aurantium inilah yang dapat mengurangi ukuran dari osteosarkoma, mencegah kekambuhan sisa osteosarkoma setelah operasi, serta, mencegah risiko dan pertambahan dari osteosarkoma.
Tidak hanya sebagai antikanker, Citrus aurantium juga memiliki manfaat sebagai antianxiety, antidiabetes, dan digunakan untuk menurunkan berat badan serta meningkatkan kinerja olahraga.
Nah, itu dia manfaat Citrus aurantium bagi kesehatan. Gimana NutriCiers? Tidak ada salahnya untuk mencoba bukan? Selain memberi manfaat, mengonsumsi jeruk ini juga meningkatkan keanekaragamanan makanan yang kita makan, loh!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
