3 Hal Yang Harus diperhatikan Ketika Memberi Telur Sebagai Asupan Bayi
Halo NutriCiers!
Para ibu pasti selalu berusaha untuk memenuhi nutrisi bayi dengan asupan makanan bergizi, yang salah satunya berupa sajian telur. Telur merupakan sumber makanan yang mudah diolah dan memiliki tekstur lembut sehingga disukai oleh anak. Di balik itu, telur menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan yang merupakan jawaban untuk bantu pertumbuhan dan kembang bayi. Yuk, mari kita gali lebih dalam mengenai apa saja manfaat dari telur!
- Mendukung perkembangan otak
Tidak banyak yang tahu, tetapi ternyata telur mengandung zat nutrisi yang telah terbukti baik untuk meningkatkan fungsi otak bernama choline. Asupan tinggi choline dapat membantu produksi molekul yang bekerja membantu persinyalan pada otak. Oleh sebab itu, terpenuhinya nutrisi ini pada bayi sangat berpengaruh pada fungsi memori dan kognisi bayi.
- Membentuk sel darah merah
Memberi sajian telur pada bayi sama saja dengan membantu memenuhi asupan asam folat mereka. Satu butir telur besar mengandung 22 mcg folat, atau sekitar 6 persen dari jumlah kebutuhan asam folat harian. Beberapa porsi telur tiap minggu dapat membantu pembentukan sel darah merah, sehingga tubuh bayi selalu kuat dan terhindar dari anemia.
- Meningkatkan imunitas tubuh
Kandungan mineral seperti zinc dan selenium dalam telur dapat mengurangi resiko bayi untuk terserang berbagai bakteri dan virus jahat. Kandungan mineral ini membantu membangun sistem imun sehingga tubuh bayi lebih kuat dan terhindar dari berbagai penyakit.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memberi anak telur, sebagai berikut:
- Telur bisa menjadi penyebab alergi
Putih telur ternyata dapat menjadi sumber penyebab alergi pada anak. Reaksi yang terjadi umumnya berupa hidung dan mata yang gatal atau berair, dan bengkak ruam merah pada tubuh. Pada reaksi yang lebih serius, bayi dapat mengalami gangguan pernafasan. Ketika gejala muncul setelah beberapa saat mengkonsumsi telur dan tidak kunjung hilang, segera konsultasikan ke dokter.
- Telur Harus dimasak hingga benar-benar matang
Telur yang kurang matang lebih rentan mengandung bakteri salmonella didalamnya. Bakteri jahat satu ini merupakan jenis bakteri penyebab berbagai infeksi umum, seperti diare dan demam tifoid. Untuk mencegah bahaya tersebut, rebuslah telur hingga mencapai 70° Celcius.
- Batasi jumlah konsumsi telur anak
Telur banyak mengandung nutrisi penting, begitu pula dengan jumlah kandungan kolesterol. Walaupun kolesterol dapat berfungsi menjalankan fungsi saraf dan otak, tapi jumlah konsumsi yang berlebih dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Usahakan untuk beri bayi hanya 1-2 butir telur per minggunya.
Telur memang baik untuk mendukung pertumbuhan buah hati, namun para ibu harus tetap perhatikan hal-hal di atas sebelum disajikan ya!
Salam gizi, sehat berkualitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
