Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Kenali Alergen dari Makanan dan Pengaruhnya pada Penderita Asma

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Kenali Alergen dari Makanan dan Pengaruhnya pada Penderita Asma
Alergen dari makanan dapat memicu asma sehingga perlu dikenali untuk dihindari.
Sumber foto: freepik

Halo NutriCiers!

Setiap tanggal 5 Mei, seluruh dunia memperingati Hari Asma. Dalam memperingati Hari Asma, kita akan sedikit membahas mengenai penyakit asma. Sobat NutriCiers pasti tidak asing dengan penyakit Asma. Apabila diantara Sobat NutriCiers ada yang menderita asma, jangan lewati informasi berikut ya!

Penyakit asma menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia yang mampu secara signifikan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Penyakit asma dapat diderita anak-anak hingga dewasa dan prevalensinya terus meningkat tiap tahunnya (4). Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang menyebabkan penderitanya menderita sesak napas, merasakan tekanan pada dada, serta batuk pada malam hari atau menjelang pagi.

Faktor risiko penyakit asma ada dua, yaitu faktor host dan faktor lingkungan. Faktor yang berasal dari host misalnya genetik, sedangkan faktor lingkungan misalnya alergen, asap rokok, polusi udara, lingkungan kerja. Alergen dari makanan yang dapat menjadi faktor risiko dari asma antara lain seafood, telur, coklat, kacang-kacangan terutama kacang tanah, serta minuman beralkohol atau minuman bersoda. Di satu sisi alergi makanan seringkali tidak terdiagnosis, sehingga pasien asma seringkali tidak sadar apabila memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Alergen dari makanan dapat menyebabkan kondisi asma melalui 2 jalur, yaitu jalur imunologis dan jalur non alergik. Jalur imunologis didominasi oleh IgE dan jalur saraf autonom. Pada jalur IgE, alergen yang masuk akan ditangkap oleh APC (Antigen Presenting Cells). Kemudian APC akan berkoordinasi dengan sel Th (T helper) yang akan melepaskan interlukin atau sitokin agar sel plasma membentuk IgE, serta sel-sel radang lain seperti mastosit, makrofag, sel epitel, eosinofil, neutrofil, trombosit serta limfosit untuk mengeluarkan mediator radang. Mediator-mediator radang seperti histamin akan menyebabkan peningkatan permeabilitas dinding vaskular, edema pada saluran napas, infiltrasi sel radang, peningkatan sekresi mukus serta fibrosis sub epitel yang menimbulkan hiperaktivitas pada saluran napas. Jalur kedua yaitu jalur non alergik akan merangsang sistem saraf autonomi. Hasilnya muncul kondisi penyempitan saluran napas yang berdampak pada kondisi asma.

Lalu bagaimana cara untuk mencegah asma yang kambuh akibat alergen dari makanan?

Langkah paling penting adalah kenali alergen. Langkah berikutnya adalah hindari paparan alergen. Selain itu, penggunaan terapi anti-histamin dan injeksi imunoterapi juga menjadi langkah tepat untuk mencegah asma yang kambuh akibat alergen dari makanan.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#alergen#alergi#alkohol#Asma#Hari Asma Sedunia#Healthy#Ig E#Information#kacang-kacangan#lingkungan#makanan#minuman bersoda#sesak napas#susu#telur

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hubungan Alergi Makanan dengan Asma

Hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan langsung antara alergi makanan dengan asma, tetapi beberapa penelitian telah mengarah pada kemungkinan tersebut. Sumber gambar : https://www.freepik.com

Sabela Nadhira Rakhmatika

Waspada Retirement Syndrome pada Lansia

Jika dibiarkan terus menerus, syndrome ini dapat mengakibatkan depresi. Sumber gambar : paxels Hai NutriCiers! Pekerjaan selalu menjadi prioritas bagi setiap individu dan rata-rata setiap orang akan m

Bariza Diah Astari

Seberapa sering kita harus mengganti sikat gigi?

Mengganti sikat gigi maksimal tiga bulan sekali Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-photo/close-up-image-man-s-hands-holding-tube-squeezing-whitening-toothpaste-brush_11103060.htm#page=1&quer

Anisa Gita Ayu Sekarini

Posyandu pada Era New Normal

Kegiatan posyandu menjadi terbatas di era new normal, namun kita tetap harus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri dengan buku KIA. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-phot

Anisa Gita Ayu Sekarini