Hai NutriCiers!
Pandemi corona virus disease (COVID-19) belum berakhir dan tentunya dampak dari pandemi masih tetap ada. Kegiatan posyandu merupakan salah satu kegiatan masyarakat yang tidak berjalan optimal saat masa pandemi. Padahal posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Namun, dikarenakan pandemi banyak masyarakat yang takut untuk pergi ke posyandu. Selain itu juga terdapat beberapa posyandu di Indonesia yang tidak buka atau tidak melakukan pelayanan pada masa pandemi COVID-19.
Tercatat bahwa hanya 19,2% posyandu di Indonesia yang buka saat masa pandemi. Sehingga hal tersebut sangat berdampak pada pemantauan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi dan balita yang tidak optimal. Dengan tidak adanya pemantauan rutin perkembangan dan pertumbuhan balita maka tidak dapat mendeteksi secara dini apabila ada gangguan pertumbuhan seperti gizi buruk dan stunting. Selain itu, bayi dan balita juga tidak mendapat imunisasi serta vitamin yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi yang dalam jangka panjang berdampak pada status gizi.
Namun kabar baiknya, beberapa posyandu di Indonesia telah mampu beroperasi di era new normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan hal tersebut tentunya berdampak baik pada pelayanan kesehatan bayi balita setempat. Ada juga yang memberikan posyandu keliling dengan aktivitas yaitu memberikan pelayanan penimbangan dan pengukuran LILA secara door to door, membawakan MP-ASI pada balita, serta melakukan penyuluhan pada WUS dan Ibu hamil secara door to door agar tetap teredukasi dengan baik.
Regulasi dalam pelayanan kesehatan bayi balita atau pada pelayanan posyandu ditentukan oleh pemerintah daerah. Apabila kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial berskala Besar) masih berlaku maka kegiatan yang melibatkan orang banyak atau massa termasuk kegiatan posyandu dapat ditunda. Kegiatan yang tetap dapat diberikan hanya pelayanan imunisasi, pemberian vitamin A, pemeriksaan khusus, dan pemantauan balita berisiko dengan melakukan janji temu atau kunjungan rumah bersama dengan kader. Selain itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dapat dilakukan oleh orang tua masing-masing secara mandiri dengan buku KIA.
Membatasi bertemu dengan orang banyak memang merupakan hal yang tepat dilakukan pada masa pandemi. Walaupun kegiatan posyandu tidak dapat dilaksanakan, pastikan untuk tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta tetap memberikan imunisasi dan vitamin A, ya Moms!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
