Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Sehatkah Ultra-Processed Food? Ini Dia Penjelasannya!

Ditulis oleh Anita Rachmatun Nikmah2 menit baca
Sehatkah Ultra-Processed Food? Ini Dia Penjelasannya!

Halo Nutriciers!

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa lebih dari setengah makanan yang tersedia di swalayan maupun restoran merupakan makanan ultra proses (UPF)? Selain kesediaan dan macam yang meningkat, frekuensi konsumsi pangan UPF pun meningkat. Di Indonesia sendiri lebih dari 15% makanan yang dikonsumsi sehari-hari merupakan UPF dan terus meningkat setiap waktunya terutama pada anak dan remaja.

Apa itu UPF? Ultra Processed Foods adalah makanan yang mengalami proses pengolahan dan mengalami perubahan bentuk. Pada makanan UPF ini ditambahkan juga gula, lemak, perisa maupun pengawet makanan. Makanan ini diformulasi memiliki rasa yang enak, tahan lama, dan mudah dikonsumsi.

Seringkali tidak kita sadari bahan makanan seperti susu, tepung, roti, minuman buah kemasan juga termasuk UPF. Jika dibandingkan dengan pangan segar, pangan UPF memang cenderung tidak sehat karena adanya pengurangan kualitas gizi dari proses pengolahan tersebut. UPF ini cenderung mengandung tinggi energi, gula dan lemak namun rendah serat, protein, vitamin dan mineral, serta tidak mengenyangkan sehingga beresiko dikonsumsi secara berlebih.

Saat ini kasus stroke meningkat 56% di Indonesiadan hal tersebut berkaitan dengan gaya hidup yang mulai bergeser ke gaya “serba instan/ready to eat” dan pangan UPF tidak terpisahkan dari pola makan instan tersebut. Pangan UPF yang mengandung tinggi energi, gula dan lemak menjadikan penumpukan lemak berlebih pada tubuh apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Penelitian menyebutkan UPF berdampak pada kenaikan berat badan berlebih (obesitas) serta penyakit kardiovaskuler saat dewasa. Kondisi obesitas dan juga adanya penyakit kardiovaskuler menjadi faktor resiko terjadinya stroke.

Pangan UPF tidak bisa kita hindari sepenuhnya, tetapi dapat dengan bijak kita konsumsi dengan meminimalisasi konsumsi pangan UPF dan memperhatikan bahan apa saja yg terkandung di dalam oangan tersebut. Membatasi konsumsi UPF ini bisa dilakukan dengan lebih banyak mengkonsumsi masakan rumah apalagi jika makan bersama keluarga dan sahabat dapat menciptakan suasana lebih menyenangkan.

Jadi, kurangi makanan UPF dan perbanyak konsumsi makanan alami dan diolah sendiri agar kita dan keluarga lebih sehat. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi mu!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy#Information#makanan#world food day

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Waspada Malnutrisi pada Penderita COPD!

Malnutrisi dapat memperburuk fungsi sistem pernapasan jika tidak diperbaiki status gizinya Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-photo/young-red-head-man-feeling-ill-with-sore-throat-flu-symp

Anis Putri Fadhilah

Fakta-fakta Terkait Penyakit Hemofilia

Hari Hemofilia Sedunia diperingati setiap tanggal 17 April. Hemofilia menjadi suatu fenomena dimana seseorang mengalami gangguan pembekuan darah akibat terjadinya mutasi gen pada faktor pembekuan dara

Muthia Syifa Rahmadina