Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Susu Sapi vs Susu Nabati: Lebih Baik Mana untuk Kelestarian Air?

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Susu Sapi vs Susu Nabati: Lebih Baik Mana untuk Kelestarian Air?
Pemilihan susu nabati sebagai alternatif susu sapi dikaitkan dengan pelestarian air, dimana penggunaan air untuk produksi susu nabati jauh lebih sedikit dibutuhkan dibanding saat produksi susu sapi.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/front-view-young-female-dark-green-shirt-blue-jeans-holding-milk-water-smiling-beige_9547342.htm#page=6&query=milk+and+water&position=31

Halo NutriCiers!

Hari air sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret ditujukan untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Saat ini, pasokan air semakin menipis akibat pertumbuhan populasi, meningkatnya kebutuhan pertanian dan industri, dan dampak dari perubahan iklim yang memburuk. Oleh karena itu, setiap sektor harus melestarikan air sebaik mungkin demi tercapainya SDG (Sustainable Development Goal) ke-6, yakni tersedianya air dan sanitasi untuk semua.

Sebelum membandingkan efek susu sapi dengan susu nabati terhadap kelestarian air, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu susu nabati. Susu nabati dikenal sebagai alternatif pengganti susu sapi, yang utamanya didapat dari kacang kedelai, kacang almond, beras, kacang mete, dan kelapa. Secara kandungan gizi, kebanyakan susu nabati memiliki kalori, lemak, dan gula yang lebih rendah dibandingkan susu sapi. Namun, umumnya susu nabati memiliki kandungan protein yang lebih rendah daripada susu sapi, kecuali pada susu kedelai. Kandungan natrium susu nabati mirip dengan susu sapi kecuali susu kelapa yang jauh lebih rendah. Terakhir, susu almond memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi daripada susu sapi. Adapun pemilihan susu nabati sebagai alternatif susu sapi disebabkan oleh sejumlah alasan seperti kondisi intoleransi laktosa, alergi susu sapi, mempraktikkan diet vegan, atau karena alasan etik.

Pemilihan susu nabati sebagai alternatif dari susu sapi oleh masyarakat kemudian dikaitkan lebih jauh terhadap pelestarian air. Pasalnya, dalam proses produksi susu sapi hingga sampai ke tangan konsumen ternyata memerlukan jauh lebih banyak air dibandingkan dengan susu nabati. Walaupun demikian, terdapat perbedaan penggunaan air antara berbagai susu nabati. Pada proses produksi susu almond dan susu beras dibutuhkan lebih banyak air dibandingkan dengan susu kedelai dan susu gandum. Meski demikian, jika dibandingkan dengan susu sapi, susu almond dan susu beras tetap memerlukan lebih sedikit air dalam produksinya. Selain dampaknya terhadap kelestarian air, susu sapi juga memiliki dampak negatif yang lebih besar terhadap lingkungan dibandingkan susu nabati, mulai dari tingginya kebutuhan energi, penggunaan bahan bakar fosil, hingga polusi yang terkait dengan pemeliharaan sapi.

Secara kandungan gizi tidak ada perbedaan yang terlalu berarti antara susu nabati dan susu sapi. Jika NutriCiers bisa mengonsumsi susu sapi, bukan berarti ada keharusan untuk menggantinya menjadi susu nabati. Namun, tidak ada salahnya mempertimbangkan faktor kesehatan dan pelestarian lingkungan sebagai alasan pemilihan susu yang akan Anda konsumsi. Oleh karena itu, tentukan pilihanmu dengan bijak: susu sapi vs susu nabati. 

Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ya, NutriCiers!

Salam Sehat, Gizi Berkualitas!

Tag:#air#alergi susu#Hari Air Sedunia#intoleransi laktosa#kelestarian air#kesehatan lingkungan#protein#susu almond#susu beras#susu gandum#susu kedelai#susu kelapa#susu sapi#Water

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya