Apa Benar Penderita Lupus Wajib Menghindari Stres?
Hai, NutriCiers!
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau biasa dikenal dengan lupus merupakan penyakit autoimun multi organ yang penyebabnya masih belum bisa ditemukan secara jelas.Berdasarkan penelitian, lupus bisa muncul akibat reaksi imunologik yang salah sehingga tubuh menghasilkan antibodi secara berlebihan dan terus menerus. Antibodi itulah yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan sitotosik dan membuat kompleks imun sehingga terjadi inflamasi. Data menunjukan bahwa Indonesia memiliki kurang lebih 200-300 ribu orang penderita lupus yang angkanya terus meningkat setiap tahun.
Dikemukakan bahwa penyakit ini merupakan penyakit genetik yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti hormonal, lingkungan, serta stres. Banyak yang mengatakan bahwa penderita lupus bukan hanya mengalami gangguan fisik, melainkan secara emosional juga sehingga menyebabkan penyakitnya menjadi lebih parah. Maka dari itu, selalu disebutkan bahwa penderita lupus hendaknya tidak boleh stres.
Tapi, apakah itu sebuah fakta? Nah, NutriCiers harus tahu kebenarannya!
Berdasarkan penelitian, stres merupakan pemicu yang sangat signifikan dalam munculnya gejala lupus. Orang yang sedang stres biasanya akan mengalami penurunan daya tahan tubuh dan bahkan menimbulkan infeksi. Maka dari itu, apabila mengalami stres, akan sangat mungkin bagi penderita lupus untuk mengalami gejala yang datang tiba-tiba dan menyebabkan kesehatan fisiknya sulit untuk membaik. Kajian juga telah dilakukan kepada individu yang mampu mengelola emosinya dengan baik, dan kenyataannya kondisi fisiknya bisa semakin membaik pula. Dengan begitu, kondisi tubuh tidak akan melemah dan bisa beraktivitas normal.
Jadi, bagi NutriCiers yang merupakan pejuang lupus atau memiliki kerabat yang menderita lupus, hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima kondisi diri serta menyadari bahwa kalian tetap bisa beraktivitas normal. Kelola dan minimalisirlah rasa stres sehingga kalian bisa menikmati hidup secara maksimal. Selain itu dukungan dari lingkungan sekitar juga merupakan hal yang penting. Dukungan yang dilakukan bisa dalam bentuk dukungan emosional, materi, penghargaan, serta informasi dan adanya integrasi sosial. Dengan begitu, penderita lupus akan merasa lebih percaya diri dan memiliki motivasi untuk menjalani hidupnya secara optimis dan positif. Maka dari itu, penderita lupus akan lebih menghargai hidup yang dimilikinya sekarang dan bersyukur.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
