Anak Rentan Dehidrasi, Bunda Perlu Waspada!
Hai, NutriCiers!
Pernah mengalami mulut dan tenggorokan terasa kering, bibir pecah-pecah, kepala pusing, dan mengantuk? Hmm, jika iya sepertinya NutriCiers perlu waspada nih! Karena tanda-tanda yang disebutkan tadi adalah tanda kalau NutriCiers ada di fase saldo menipis wajib berhemat! Eh salah, maksudnya tanda-tanda dehidrasi ya hehe
Dehidrasi adalah istilah yang merujuk pada ketidakseimbangan cairan dalam tubuh yang ditandai dengan lebih banyak kehilangan cairan daripada asupan airnya. Meskipun sering disepelekan, nyatanya dehidrasi bukan hanya membuat wajah terlihat kurang glowing, tapi juga dapat mempengaruhi fungsi otak, lho! Apalagi anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami dehidrasi. Wah, kok bisa ya anak-anak rentan dehidrasi? Yuk, kita kupas pengetahuan baru tentang dehidrasi pada anak!
Mengapa anak-anak rentan mengalami dehidrasi?
Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa anak rentan mengalami dehidrasi disebabkan karena daya tahannya yang masih belum sempurna sehingga berisiko mengalami penyakit infeksi seperti diare. Lho, kok diare?
Iya, diare yang berkelanjutan dan disertai dengan muntah dapat menyebabkan dehidrasi yang jika terlambat ditangani dapat menyebabkan kematian. Selain itu, sistem pengaturan cairan mereka yang belum matang dan tingkat metabolisme yang tinggi juga menjadi alasan anak rentan terhadap dehidrasi. Alasan lainnya, anak juga masih belum memahami pentingnya minum air, sehingga mereka sering lupa dan abai dengan rasa haus. Hal ini jika didiamkan saja bisa menyebabkan anak dehidrasi.
Lantas, apa dampaknya jika anak mengalami dehidrasi?
Selain dapat menyebabkan kematian jika terlambat ditangani, dehidrasi pada anak berdampak pada fungsi otaknya, terutama yang menyangkut fungsi atensi dan memori. Hal ini dijelaskan dalam sebuah jurnal yang menyatakan anak yang dehidrasi memiliki performa yang lebih buruk pada memori, kemampuan untuk fokus, dan fungsi eksekutif lainnya (merencanakan, mengingat instruksi, dan melakukan pekerjaan multitasking) daripada anak yang tidak dehidrasi.
Lalu, bagaimana mencegah dan mengatasi dehidrasi pada anak?
Pencegahan paling ampuh pastinya dengan mengingatkan anak untuk tetap rajin minum air putih ya, Bunda. Selain itu, juga tidak lupa membekalkan air minum yang cukup terutama jika cuaca panas atau anak sedang ada aktivitas fisik. Namun, jika anak sudah menampakkan tanda-tanda dehidrasi, segera berikan air putih dan hindari susu karena dapat menyebabkan diare. Jika anak sudah rewel, mengantuk dan malas minum maka langsung rujuk ke pelayanan kesehatan dan jangan diberikan minum jika anak tidak sadarkan diri.
Nah, itu dia rambu-rambu yang perlu diperhatikan para Bunda. Dehidrasi pada anak sebenarnya bisa dicegah dengan selalu mengingatkan anak pentingnya minum air putih. Yuk, jaga fungsi otak anak dengan minum air yang cukup!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
