Apakah Orang Gemuk Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung? Simak Faktanya!
Hallo NutriCiers!
Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia yang disebabkan karena adanya gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Termasuk dalam penyakit kardiovaskuler antara lain penyakit jantung koroner, penyakit gagal jantung, hipertensi, dan stroke. Kematian yang disebabkan karena penyakit kardiovaskuler mencapai 9,4 juta jiwa dan 45% kematian tersebut disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK). Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 23,3 juta jiwa di tahun 2030 mendatang.
Penyebab utama PJK adalah terjadinya penyempitan di dinding arteri koroner. Penyempitan ini disebabkan akibat adanya penumpukan zat-zat seperti kolesterol, trigliserida, kadar LDL tinggi, dan kadar HDL rendah. Kolesterol sendiri sebenarnya sudah diproduksi secara alami oleh tubuh, dan oleh tubuh digunakan sebagai pembentuk berbagai hormon maupun membangun jaringan dan sel. Berbeda saat jumlahnya berlebih, baik kolesterol, trigliserida, LDL apabila kadarnya terlalu tinggi dapat mengarah pada penyakit jantung, khususnya PJK.
Lalu, faktor apa saja yang berkaitan dengan PJK?
Pola hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik yang kurang, tingginya asupan makanan berlemak jenuh, dan status gizi obesitas dapat menjadi penyebab PJK.
Namun, apakah NutriCiers tahu?
Kenyataannya tidak hanya orang-orang dengan status gizi obesitas saja yang berisiko terkena PJK loh! Walaupun seseorang dengan obesitas berisiko lebih tinggi karena pola makannya yang biasanya identik tinggi lemak jenuh. Penelitian menunjukkan bahwa populasi yang memiliki berat badan kurang (indeks massa tubuh di bawah 18,5 kg/m2) juga memiliki faktor risiko mengalami PJK, terutama populasi yang berusia <40 tahun dengan berat badan kurang, memiliki risiko 2,3 kali lebih besar terkena PJK jika dibandingkan dengan populasi berstatus gizi normal.
Mengapa demikian?
Karena seseorang yang memiliki berat badan kurang namun tidak menerapkan pola hidup sehat tetap saja memiliki risiko terkena penyakit jantung, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat. Serat dari makanan (dietary fiber) sangat penting untuk dipenuhi karena fungsinya yang dapat mengurangi serum total dan konsentrasi LDL, yaitu antara 9,3 hingga 14,7 mg/dL dan 10,8 hingga 13,5 mg/dL , yang mana lebih lanjut dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.
Nah maka dari itu, tetap terapkan pola hidup yang sehat ya, NutriCiers!
Mari kita konsumsi makanan bergizi seimbang dan jangan lupa untuk mengonsumsi sumber serat. Baik itu serat larut yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol maupun serat tak larut yang dapat membantu mengurangi masalah pencernaan, keduanya dapat kita temui pada buah-buahan dan sayuran. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit/minggu untuk jantung yang lebih sehat ya, NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
