Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Aspek Gizi Pada Terapi Penyembuhan Kanker? Yuk Simak 8 Poin Ini!

Ditulis oleh Fathurrahmi Ichwan Alduaira2 menit baca
Aspek Gizi Pada Terapi Penyembuhan Kanker? Yuk Simak 8 Poin Ini!
Makanan bergizi seimbang dan pola hidup bersih menjadi faktor utama penting pada penderita kanker selama terapi

Halo NutriCiers!

Kanker merupakan penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh. Pada akhir abad ini, kanker telah menjadi salah satu penyebab utama kematian di setiap negara di dunia. Namun, seiring berkembangnya ilmu dan teknologi di bidang kesehatan, terapi penyembuhan kanker telah  ditemukan dan membantu para pasien untuk sembuh.

Jenis-jenis terapi kanker yang paling sering digunakan adalah kemoterapi, terapi hormon, terapi radiasi, operasi, imunoterapi, dan transplantasi sel induk. Meskipun dinilai efektif menyembuhkan kanker, terapi kanker dapat menyebabkan malnutrisi yang bukan hanya menghambat proses penyembuhan, namun juga menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara serius. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa aspek gizi pada proses penyembuhan kanker sangatlah penting.

Pada terapi penyembuhan kanker, sangat perlu untuk pasien kanker untuk menjaga berat badan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Sampai saat ini, tidak jarang terapi penyembuhan kanker menimbulkan efek samping seperti diare, mual, sariawan, serta perubahan rasa pada lidah dan mulut. Sehingga tidak aneh jika banyak pasien kanker yang mengalami kesulitan makan atau minum yang menyebabkan terjadinya penurunan nafsu makan serta berat badan secara drastis.

Maka dari itu, yuk simak 8 poin penting aspek gizi ini agar terapi penyembuhan kanker dapat berjalan dengan baik!

  1. Makanlah dengan 6 kali porsi kecil bergizi seimbang dengan tetap memastikan kebutuhan gizi perhari tetap tercapai.
  2. Jika air putih biasa terasa tidak enak, masukkan lebih banyak cairan melalui makanan dan minuman olahan.
  3. Jika makanan terasa hambar, coba bumbui dengan bumbu yang beraroma seperti lemon, bawang putih, cabai rawit, dill, dan rosemary.
  4. Jika daging tidak lagi menarik, dapatkan protein dari makanan lain seperti ikan, telur, keju, kacang-kacangan, selai kacang, tahu, smoothies atau minuman kocok berprotein tinggi.
  5. Jika terdapat rasa logam di mulut, perbanyak menghisap permen mint, mengunyah permen karet, atau konsumsi buah jeruk segar. Selain itu, hindari memasak dengan panci atau wajan berbahan logam. Kemudian, cobalah menyikat gigi atau berkumur sebelum makan.
  6. Jika terdapat sariawan atau infeksi gusi, pilihlah makanan yang tidak asam dan tidak pedas kemudian haluskan bahan makanan sampai menjadi sangat lembut. Dapat dilakukan penambahan mentega, saus atau krim untuk menambah tingkat kehalusan dan kalori pada makanan. Buah dan sayur juga dapat dihaluskan menjadi jus atau smoothies karena kelembaban dan kelembutan ekstra pada makanan dapat membantu meredakan sakit mulut.
  7. Perhatikan kebersihan dan keamanan pangan untuk pasien kanker, karena kelalaian tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan risiko infeksi.
  8. Jangan lupa hentikan rokok dan alkohol dengan diiringi makan-makanan gizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta menjaga berat badan agar tetap normal.

Nah, itu dia 8 poin penting dari aspek gizi yang dapat membantu para pasien kanker untuk dapat mengurangi efek samping dari terapi yang dijalaninya! Yuk, sama-sama wujudkan kepedulian kita terhadap para pejuang kanker untuk tetap hidup melawan kanker dengan baik! Semoga bermanfaat ya NutriCiers! 

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#gaya hidup#gaya hidup sehat#gizi seimbang#hari gizi nasional#Healthy#Infeksi#Information#kanker#kesehatan#penyakit#PHBS#sehat

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Posyandu pada Era New Normal

Kegiatan posyandu menjadi terbatas di era new normal, namun kita tetap harus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri dengan buku KIA. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-phot

Anisa Gita Ayu Sekarini