Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Menu Sehat dari Posyandu Cegah Stunting

Ditulis oleh Shella Ernita Firdayanti2 menit baca
Menu Sehat dari Posyandu Cegah Stunting

Halo NutriCiers!

Posyandu merupakan kegiatan pelayanan kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan bimbingan dari petugas terkait yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan bagian penting dari kegiatan Posyandu. Oleh sebab itu, dalam kegiatan posyandu, terdapat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) penyuluhan yang dibagikan oleh kader Posyandu.

Berbeda dari PMT pemulihan yang diperuntukkan bagi balita gizi kurang, PMT penyuluhan bersifat demonstratif untuk memberikan contoh menu makanan sehat dan bergizi untuk balita, mengedukasi orang tua tentang komposisi dan cara pengolahan makanan yang sesuai dengan anjuran gizi, dan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya asupan bergizi dalam masa tumbuh kembang anak.

Syarat bahan pangan yang digunakan untuk membuat PMT penyuluhan sesuai anjuran gizi meliputi:

  1. Padat energi dan zat gizi. Mengandung makronutrien dan mikronutrien penting.
  2. Berbasis makanan lokal dan terjangkau. Menggunakan bahan yang mudah didapat di pasar atau kebun keluarga dengan harga yang terjangkau, misalnya telur, tempe, ikan, sayur, dan buah lokal.
  3. Tekstur dan porsi disesuaikan dengan usia anak. Tekstur lembut untuk bayi usia 6-12 bulan, dan makanan keluarga untuk anak usia 1-5 tahun.
  4. Tidak menggunakan produk instan. Menghindari makanan berbahan instan dan rendah gizi, seperti biskuit manis atau bubur instan.
  5. Penyajian menarik, aman, dan bersih. Menggunakan sumber bahan makanan yang beragam namun tetap memperhatikan keamanan pangan dan tidak mengandung pengawet, pewarna, dan pemanis buatan.

Berikut beberapa contoh menu PMT penyuluhan yang bergizi, mudah dibuat, dan menggunakan bahan pangan lokal yang terjangkau:

  1.   Arem-arem ayam wortel
  2. Telur puyuh rebus dan kolak ubi pisang
  3. Sempol ikan patin dan buah pepaya potong
  4. Siomay ayam kukus dan buah jeruk
  5. Pisang barongko dan telur rebus

Dalam pemberian PMT penyuluhan ini, kader Posyandu memiliki peranan penting dalam menyusun menu, menjelaskan manfaat gizi dari bahan yang digunakan untuk membuat PMT, memberikan demonstrasi cara pengolahannya di rumah, dan mendorong praktik pemberian makanan bergizi secara rutin dalam keluarga.

Keberhasilan PMT Penyuluhan ini juga sangat bergantung dari keterlibatan orang tua dalam memahami dan menerapkan informasi yang diberikan oleh kader.

Orang tua dapat memastikan bahwa informasi dan praktik gizi yang diberikan di Posyandu diterapkan secara efektif di rumah, sehingga membantu mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak.

Jadi, PMT penyuluhan bukan sekedar makanan tambahan, melainkan sarana edukasi gizi yang strategis di tingkat keluarga. Sinergi antara kader Posyandu dengan orang tua sangat penting untuk menciptakan kebiasaan makan bergizi yang dimulai dari rumah.

Melalui penerapan gizi yang baik dan berkelanjutan, diharapkan mampu mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Agar edukasi gizi tidak berhenti di Posyandu saja dan terus berlanjut, penting bagi orang tua untuk terus mendapatkan bimbingan yang tepat dari ahli gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy#news#PMT Balita#Posyandu

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hubungan Alergi Makanan dengan Asma

Hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan langsung antara alergi makanan dengan asma, tetapi beberapa penelitian telah mengarah pada kemungkinan tersebut. Sumber gambar : https://www.freepik.com

Sabela Nadhira Rakhmatika