Yuk, Kenali Nutrisi yang Penting Untuk Penderita Tuberkulosis
Hai NutriCiers!
Tahukah anda?
Penyakit Tuberkulosis atau TB masih menjadi trend topic golongan penyakit infeksi terbanyak di dunia. TB merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius (jamur, bakteri, virus) yang dapat menyerang tubuh manusia. Prevalensi TB tertinggi biasanya terjadi di negara berkembang. Pada tahun 2016 di Indonesia, terdapat 274 kasus kematian/hari akibat TB serta muncul kasus baru TB paru mencapai 1.020.000 pengidap yang menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua kasus TB terbanyak di dunia setelah India. Maka dari itu, berbagai pencegahan dilakukan untuk mengatasi penyakit tersebut.
Apa itu TB?
TB adalah penyakit menular karena adanya bakteri Mycobacterium. Penyakit TB berhubungan erat dengan kemiskinan, kurang gizi dan sistem imun rendah. Orang yang terinfeksi, akan mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Apabila gangguan tersebut bertambah berat dapat menyebabkan penurunan status gizi. Biasanya ditandai dengan kurangnya asupan makanan. Penurunan asupan tersebut biasanya disebabkan oleh penyakit/keluhan yang diderita seperti anoreksia, mual, muntah, dan malabsorpsi pada tubuh.
Pentingnya menjaga asupan makanan
Biasanya, penderita TB umumnya memiliki tingkat konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang rendah serta penurunan vitamin A, E, D dan mineral besi, seng, selenium. Yuk kita ulas satu-persatu!
- Energi
Keseimbangan energi dapat dicapai apabila energi yang masuk ke dalam tubuh sama dengan yang dikeluarkan agar mencapai berat badan normal. Jika pengeluaran energi melebihi asupan, maka berat badan akan turun. Kondisi ini disebabkan karena penyakit infeksi, demam, dan trauma fisik
- Protein
Selain sebagai zat pembangun, protein juga berfungsi untuk pertumbuhan dan pembentukan Hb darah, serta sebagai alat transportasi Hb yang mengangkut oksigen pada otot. kecukupan protein yang dianjurkan untuk seseorang umumnya berbeda-beda, tergantung pada berat badan, usia, jenis kelamin serta infeksi yang diderita.
- Lemak
merupakan sumber energi dan mampu menyediakan 2,25 kali kalori lebih banyak daripada yang karbohidrat/protein. Lemak lebih banyak disimpan sebagai cadangan energi. Meskipun lemak menghasilkan energi terbesar, tapi lemak bukanlah penghasil energi utama.
- Karbohidrat
merupakan sumber energi utama bagi jaringan syaraf dan paru-paru. Hubungan antara diet karbohidrat dan lemak bersifat timbal-balik, karena diet kaya akan lemak biasanya memiliki kadar karbohidrat yang rendah.
- Vitamin, mineral
vitamin A, B6, C, E, D, asam folat serta mineral zinc, selenium, besi dan tembaga memiliki peranan dalam proses metabolik dan fungsi seluler khususnya proses imunitas.
Peningkatan asupan makan dapat dilakukan dengan pemberian makanan tinggi energi dan protein dengan porsi kecil tetapi sering. Meskipun mengalami penurunan nafsu makan, kebutuhan energi dan zat gizi harus terpenuhi agar tidak memperberat infeksi penyakit.
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
