Anoreksia Nervosa: Memahami, Mencegah, dan Mengatasi Gangguan Pola Makan yang Serius
Halo NutriCiers!
Tahukah kamu apa itu anorexia nervosa? Anorexia nervosa adalah Gangguan makan merupakan penyakit kronis yang didefinisikan sebagai gangguan perilaku makan atau perilaku dalam mengkontrol berat badan. Ditandai dengan perasaan takut berlebihan terhadap berat badan dan ukuran tubuh, yang mendorong seseorang untuk menghindari makan dan menjalankan diet yang sangat ketat. Orang dengan anoreksia nervosa memiliki pandangan negatif yang distorsi terhadap tubuh mereka sendiri, bahkan jika mereka sebenarnya sudah kurus secara berlebihan.
Faktor penyebab terjadinya anorexia nervosa
Faktor yang dapat berkontribusi pada perkembangan anoreksia nervosa termasuk tekanan budaya untuk memiliki tubuh yang kurus, citra tubuh yang negatif, trauma psikologis, dan faktor genetik. Persepsi media sosial yang sering menampilkan gambar tubuh yang dianggap "ideal" juga dapat mempengaruhi perkembangan gangguan ini. Berikut merupakan penjelasan lengkap terkait faktor penyebab anorexia nervosa:
1. Faktor sosio-kultural
- Tekanan yang berlebihan pada wanita muda untuk mencapai standar kurus yang tidak realistis.
2. Faktor psikologis
- Ketidakpuasan pada tubuh memicu dilakukannya cara-cara yang tidak sehat untuk mencapai berat badan yang diinginkan
- Merasa kurang memiliki kontrol atas berbagai aspek kehidupan selain diet
- Kebutuhan psikologis untuk mencapai kesempurnaan
3. Faktor keluarga
- Keluarga dari pasien gangguan makan seringkali memiliki karakteristik yang sama yaitu adanya konflik, kurang kedekatan dan pengasuhan, serta gagal dalam membangun kemandirian dan otonomi pada diri anak perempuan mereka.
- Dari perspektif sistim keluarga, gangguan makan pada anak perempuan dapat memberi keseimbangan pada keluarga yang disfungsional dengan mengalihkan perhatian dari masalah keluarga ataupun masalah pernikahan.
4. Faktor biologis
- Ketidakseimbangan yang mungkin terjadi pada sistim neurotransmitter di otak yang mengatur mood dan nafsu makan.
- Kemungkinan pengaruh genetis
Gejala dan dampak
Gejala dan dampak seseorang menderita anorexia:
- Tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (untuk wanita)
- Tidak mau dan menolak makan di depan umum
- Sering merasa gelisah
- Lemah
- Kulit kusam
- Nafas pendek-pendek
- Khawatir berlebih terhadap asupan kalori
- Ketakutan berlebihan terhadap berat badan dan makanan, keengganan untuk makan atau makan dalam jumlah yang cukup
- Serta perasaan lemah, pusing, dan gangguan konsentrasi.
Suatu penelitian menunjukkan, individu dengan anoreksia nervosa dapat mengalami kelelahan kronis, gangguan elektrolit, dan dampak serius lainnya pada kesehatan fisik mereka. Gejala ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental, dan depresi. Serta dapat menganggu kestabilan kerja sistem tubuh sehingga menimbulkan beberapa dampak buruk, antara lain penyusutan tulang, kehilangan mineral, rendahnya suhu tubuh, detak jantung yang tidak teratur, gangguan permanen terhadap pertumbuhan badan, rawan terkena osteoporosis..
Pencegahan Yang Bisa Dilakukan
Pencegahan anoreksia nervosa melibatkan pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang citra tubuh yang realistis. Penting untuk memberikan edukasi masyarakat tentang bahaya menerima standar kecantikan yang tidak realistis. Dukungan sosial juga sangat penting. Keluarga dan teman-teman dapat memainkan peran penting dalam mendukung individu yang berjuang melawan gangguan makan ini. Pentingnya meningkatkan rasa percaya diri. dikarenakan seseorang yang memiliki percaya diri tinggi akan menerima apa yang ada dalam diri mereka baik dari segi penampilan maupun postur tubuh. Harus dapat bersikap realistis. Jangan mudah percaya pada apa yang digambarkan media tentang bentuk dan berat badan ideal karena dapat menurunkan rasa percaya diri. Dan menjalin komunikasi yang baik diantara keluarga dan teman. Apabila terjadi masalah segera ceritakan kepada orang terdekat.
Pengobatan Yang Dilakukan
Pengobatan anoreksia nervosa memerlukan pendekatan yang holistik, melibatkan pendidikan tentang citra tubuh yang realistis. Terapi kognitif perilaku membantu individu mengubah pola pikir dan perilaku yang memicu gangguan ini. Terapi psikodinamika, yang menggali akar masalah emosional juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Mereka yang terkena gangguan ini perlu dibantu oleh seorang tim profesional medis, seperti dokter, psikoterapis, dan ahli gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
