Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Cek 9 Tips Berpuasa untuk Diabetes Melitus agar Tetap Aman dan Sehat!

Ditulis oleh Dhika Wahyu Rafitama3 menit baca
Cek 9 Tips Berpuasa untuk Diabetes Melitus agar Tetap Aman dan Sehat!

Halo NutriCiers!

Ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu kewajiban bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun bagi pengidap pengidap diabetes melitus, diperlukan beberapa persiapan sebelum puasa agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan kesehatan akibat proses metabolisme yang terganggu. Tapi tenang saja, bagi kamu yang memiliki diabetes melitus diperbolehkan loh menjalankan ibadah puasa, asalkan kadar gula darahnya terkontrol baik.

Berpuasa memang akan membuat perubahan pola makan, pola tidur, perubahan hormon, keseimbangan cairan dan kadar gula darah. Perubahan metabolisme ini terjadi untuk mencegah terjadinya komplikasi berupa kadar gula darah turun secara drastis (hipoglikemia) atau justru menjadi sangat tinggi (hiperglikemia). Yuk cek tips-tips berpuasa aman untuk diabetes melitus:

1. Jangan melewatkan makan sahur

Makan sahur yang dilakukan saat dini hari sering terlewat. Bagi pengidap diabetes melitus, waktu makan sahur tidak boleh dilewatkan agar cadangan energi selama berpuasa cukup dan tidak terjadi hipoglikemia.

2. Tetap makan 3 kali sehari

Jadwal sarapan di bulan puasa dapat diganti dengan makan sahur, lalu makan siang diganti dengan makan saat berbuka puasa, dan juga makan malam dilakukan setelah sholat Tarawih. Saat makan sahur, dianjurkan mendekati waktu Imsak atau waktu Subuh. Sedangkan saat berbuka, dianjurkan sesegera mungkin. Hal ini dilakukan agar kadar gula darah tidak turun terlalu lama. Tentunya tetap memperhatikan prinsip diet DM 3J, yaitu Jadwal Makan, Jumlah Makanan dan Jenis bahan makanan.

3. Hindari makan berlebihan saat sahur dan berbuka puasa

Sesuai dengan prinsip diet DM yaitu mengatur porsi makan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah dan berat badan. Meski tubuh lapar, disarankan untuk tidak makan terlalu banyak saat buka puasa. Awali dengan takjil, lalu konsumsi makanan bergizi seimbang dalam porsi secukupnya.

4. Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat

Makanan berserat memberikan rasa kenyang lebih lama. Makanan berserat, seperti nasi merah, gandum, sayur, dan buah, dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak saat makan sahur.

5. Hindari gorengan dan makanan yang terlalu manis atau karbohidrat sederhana saat berbuka

Mengkonsumsi gorengan saat berbuka menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh, dan secara tidak langsung akan meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, penderita diabetes juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu manis atau makanan dengan karbohidrat sederhana untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

6. Minum air putih yang cukup

Kecukupan cairan penting untuk mencegah dehidrasi. Konsumsi air putih lebih dianjurkan dibandingkan minuman manis atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein menyebabkan lebih sering buang air kecil, sehingga memicu dehidrasi.

7. Periksa gula darah secara teratur

Pemeriksaan gula darahdapat dilakukan sendiri di rumah dengan alat pengukur gula darah. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan 2-4 kali sehari, yaitu setelah sahur, selama berpuasa, dan setelah berbuka puasa. Hal ini penting untuk menghindari hipoglikemia ataupun hiperglikemia. Jika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl, dianjurkan untuk membatalkan puasa.

8. Rutin berolahraga

Berolahraga saat berpuasa baik untuk menjaga kebugaran, asalkan tidak berlebihan.  Shalat Tarawih yang dilakukan setelah berbuka puasa bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk olahraga sekaligus ibadah.

9. Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter

Selama menjalani ibadah puasa, pengidap diabetes melitus perlu tetap mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Bila perlu, dokter akan mengatur ulang jadwal konsumsi obat agar sesuai dengan jadwal makan selama bulan puasa.

Bagi pengidap diabetes melitus, sangatlah penting untuk mengenali tanda-tanda bahaya kapan harus membatalkan puasa. Tanda- tanda tersebut diantaranya adalah tubuh gemetar, berkeringat atau menggigil, berdebar-debar, pusing sakit kepala, dan kebingungan. Tanda-tanda tersebut merupakan tanda hipoglikemia yang bisa berbahaya bila dibiarkan. Kondisi tubuh setiap orang berbeda beda, jadi jangan lupa untuk berkonsultasi dulu dengan tenaga ahli ya!

Tag:#buka puasa#diabetes#Gula#gula darah#Puasa#ramadhan

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Daging Kambing dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Daging kambing mengandung berbagai zat gizi seperti kalium, vitamin b-12 dan zat besi https://unsplash.com/photos/1nsxcuxfd14 Halo NutriCiers! Hari Raya Idul Adha atau bisa disebut juga dengan hari Qu

Annisaa Fairuz Tyara

Cara Efektif Menjaga Kebersihan Mulut

Penumpukan plak dan kalkulus pada gigi dapat menyebabkan masalah pada gigi dan mulut Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/keeping-your-teeth-good-condition_11601347.htm#page=1&query=kid%

Felicia Magdalena Kweesar