Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Pentingnya Vitamin D dalam Penyakit Tuberkulosis

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Pentingnya Vitamin D dalam Penyakit Tuberkulosis
Vitamin D berperan penting dalam meningkatkan imunitas terhadap infeksi TB.
Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-vector/tuberculosis-abstract-concept-vector-illustration-world-tuberculosis-day-mycobacterium-infection-diagnostics-treatment-infectious-lung-disease-contagious-infection-abstract-metaphor_11666939.htm#query=pulmonary&position=10

Halo, Nutriciers!

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tanda seseorang terinfeksi TBC yaitu mengalami batuk berdahak lebih dari 2 minggu disertai sesak napas dan terdapat gejala tambahan seperti keringan di malam hari, berkurangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan. Saat ini, tuberkulosis menjadi perhatian global karena sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi. Penyakit ini meningkat pada negara berkembang. Indonesia saat ini berada pada peringkat kedua negara dengan kasus tuberkulosis terbanyak di dunia setelah India. Kasus di Indonesia dilaporkan pada tahun 2019 mencapai 842.000 kasus.

Pada pasien TB, sistem imunnya akan menurun seiring dengan kebutuhan vitamin yang meningkat. Sebuah penelitian memaparkan bahwa asupan rendah vitamin D ditambah dengan kurangnya paparan sinar matahari dapat meningkatkan kerentanan TB aktif. Penyebab utama defisiensi vitamin D adalah kurangnya paparan sinar ultraviolet B (UVB) yang menginduksi sintesis vitamin D di kulit serta kurangnya asupan nutrisi yang mengandung vitamin D.

Vitamin D tidak hanya berfungsi untuk metabolisme kalsium dan tulang. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D mampu meningkatkan fungsi imunomodulasi pada imunitas alamiah dan sel epitel di sistem pernapasan, gastrointestinal, kulit, dan  lainnya. Penelitian klinis menyatakan vitamin D diduga memiliki peran terhadap pencegahan infeksi, bahkan dapat digunakan sebagai terapi primer/ajuvan untuk penyakit infeksi virus, bakteri, dan jamur.

Selain itu, vitamin D juga mampu menghasilkan antimicrobial peptides (AMP) untuk melawan infeksi mikroba M. tuberculosis. Vitamin D sebagai imunosuspresan berperan dalam mengontrol peradangan serta melawan dan melindungi tubuh dari infeksi dengan cara meningkatkan produksi AMP untuk meningkatkan kekebalan. Menjaga kesehatan paru agar terhindar dari TB dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan vitamin D, yaitu dengan cara mengonsumsi makanan kaya vitamin D. Contoh makanan yang kaya akan vitamin D adalah susu sapi, kuning telur, ikan, dan salmon. Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari pagi juga berperan dalam aktivasi vitamin D. 

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Hari TB sedunia#imunitas#Mycobacterium tuberculosis#Sinar Matahari#tuberculosis#tuberkulosis#Vitamin D

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Ketahui Gejala Kanker Tulang Pada Anak

Kurangnya keaktifan dalam bergerak, nyeri, pembengkakan jaringan tulang lunak, demam dan lemahnya struktur tulang Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/diagram-showing-broken-bone-human-

Felicia Magdalena Kweesar

Pentingnya Olahraga Untuk Penderita TBC

Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh penderita TBC, memperlamcar pernafasan serta mengembalikan fungsi paru-paru yang terganggu. Sumber gambar: https://unspla

Annisaa Fairuz Tyara