Mengenali Gejala Ruam pada Penderita Lupus
Hai, NutriCiers!
Tahukah NutriCiers soal penyakit lupus? Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun. Pada penderita lupus, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang bagian tubuh yang sehat. Bagian-bagian tubuh yang bisa terkena dampak dari lupus, antara lain ginjal, paru-paru, sistem saraf, tulang, sendi, otot, dan kulit. Penyakit ini sering dikatakan sebagai penyakit seribu wajah karena sulit dideteksi dan menyerupai penyakit lain. Lupus sebenarnya dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu Systemic Lupus Erythemotosus (SLE), Cutaneous Lupus Erythematosus (CLE), Drug-Induced Lupus Erythematosus, dan neonatal lupus.
Faktor Risiko Penyakit Lupus
Lupus banyak menyerang Wanita Usia Subur (WUS) dengan kisaran usia antara 15-44 tahun. Rasio wanita menderita lupus pun lebih banyak dari laki-laki, dengan perbandingan mencapai 9:1. Banyaknya wanita daripada pria yang menderita lupus dipengaruhi oleh hormon estrogen. Sementara itu, faktor-faktor yang memicu terjadinya lupus, antara lain sinar UV, obat-obatan, kebiasaan merokok, infeksi virus, paparan merkuri, dan stres.
Ruam (Rash) Sebagai Salah Satu Gejala Lupus
Kulit merupakan salah satu organ yang terkena dampak dari lupus, baik lupus jenis SLE maupun CLE. Dampak yang terlihat pada kulit penderita lupus adalah ruam-ruam dan perubahan kulit lainnya. Ruam-ruam tersebut muncul karena pengaruh sinar UV.
Malar rash atau butterfly rash merupakan ruam yang menjadi salah satu gejala lupus, terletak di kulit hidung dan pipi bagian atas serta berbentuk menyerupai kupu-kupu yang sedang melebarkan sayapnya. Ruam tersebut dapat berlangsung berhari-hari dan terkadang terasa gatal atau sakit. Ruam tersebut juga bisa timbul, menyebar rata, dan bersisik.
Ruam lainnya pada penderita lupus adalah discoid rash. Biasanya terjadi pada penderita lupus CLE yang sudah parah. Diskoid rash ditandai dengan lesi berbentuk cakram, bercak kemerahan dengan berbagai ukuran dan kulit yang menebal dibagian tertentu. Diskoid rash biasanya terjadi di kulit wajah dan kepala.
Adanya ruam-ruam tersebut dapat menganggu penampilan karena umumnya muncul di kulit yang mudah terlihat dan terpapar langsung dengan sinar matahari. Hal ini kemudian menambah beban psikologis dan mempengaruhi kualitas hidup penderita lupus, NutriCiers. Untuk mengurangi ruam-ruam, penderita lupus dapat melindungi diri dari sinar UV dengan cara menggunakan tabir surya ber-SPF 30 atau lebih tinggi, menggunakan pakaian atau topi yang dapat melindungi dari sinar matahari, serta lebih baik melakukan aktivitas luar ruangan saat pagi atau sore hari saja.
Peran Asupan Makan
Makanan yang mengandung protein, kalsium (seperti bayam, produk susu), dan omega-3 (seperti salmon, walnut) sangat dianjurkan. Konsumsi makanan sehat ditambah dengan aktivitas fisik dapat membantu penderita lupus untuk tetap sehat dan merasa lebih baik.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
