Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Moms, Hindari Junk Food dan Fast Food untuk Si Kecil!

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Moms, Hindari Junk Food dan Fast Food untuk Si Kecil!
Orang tua memiliki peran penting dalam mengatur asupan anak terhadap makanan junk food dan fast food yang diketahui memiliki banyak efek negatif bagi kesehatan anak-anak.

Hai, NutriCiers!

Pasti tahu ‘kan apa itu junk food dan fast food? Eits! Jangan kira kalau junk food dan fast food itu sama, ya! Junk food dapat diartikan sebagai makanan yang tinggi kalori dan biasanya ditambah gula dan lemak. Junk food biasa diartikan sebagai makanan sampah karena memang tidak mengandung gizi yang baik bagi tubuh, contohnya permen, cookies, french fries, dan potato chips. Sementara itu, fast food adalah makanan yang disiapkan dan disajikan dengan cepat. Kebanyakan junk food adalah fast food karena biasanya disiapkan dengan cepat, tetapi tidak semua fast food adalah junk food, terutama saat mengandung zat gizi. Namun, tetap saja fast food mengandung pengawet dan tinggi garam. Maka dari itu, sangat tidak disarankan mengonsumsi junk food dan fast food, apalagi secara berlebihan.

Di lain sisi, junk food dan fast food memang sangat populer dikalangan anak-anak. Persiapannya yang cepat, rasanya yang enak, media, dan pengaruh teman sebaya menjadikan keduanya sangat populer. Strategi marketing junk food dan fast food yang melibatkan berbagai teknik persuasif mampu memengaruhi sikap, preferensi, dan konsumsi makanan anak-anak karena memang perkembangan kognitif (mengenali penjualan dan masud persuasif) mereka yang masih sangat terbatas. Disinilah peran orangtua akan sangat berpengaruh.

Memangnya ada apa dengan junk food dan fast food?

Perlu Moms ketahui, konsumsi junk food dan fast food dapat meningkatkan asupan energi dari yang dianjurkan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, obesitas, diabetes tipe 2, dan karies gigi. Junk food membuat anak untuk makan lebih banyak, sehingga dapat menyebabkan depresi, sembelit, dan membuat anak mudah tersinggung. Selain itu, fast food sering dikaitkan dengan kebersihan yang buruk selama persiapan, penyimpanan, dan penanganannya, sehingga dapat menyebabkan kontaminasi mikrobiologis. Zat pewarna dalam junk food dan fast food juga dianggap sebagai karsinogen (zat penyebab kanker).

Salah satu risiko konsumsi junk food dan fast food, yakni obesitas, merupakan masalah yang paling sering ditemui. Padahal, obesitas pada anak-anak cenderung akan berlanjut hingga dewasa. Selain akan meningkatkan risiko penyakit lainnya, anak yang obesitas sering mendapatkan stereotip negatif, diskriminasi, dan marginalisasi sosial dari teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, sehingga anak sering mengalami perundungan, anxiety, depresi, hingga menyebabkan rendahnya self-esteem pada anak.

Nah, tentunya Moms tidak ingin si kecil mengalami hal seperti itu, bukan? Padahal penyebabnya hanya karena konsumsi junk food dan fast food! Maka dari itu, pertimbangkan dulu saat ingin memenuhi permintaan si kecil, ya! Dan jangan lupa untuk terus memberi contoh yang baik pada anak!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anxiety#bullying#Depresi#fast food#hari anak sedunia#Healthy#Information#junk food#kesehatan#obesitas

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Seberapa sering kita harus mengganti sikat gigi?

Mengganti sikat gigi maksimal tiga bulan sekali Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-photo/close-up-image-man-s-hands-holding-tube-squeezing-whitening-toothpaste-brush_11103060.htm#page=1&quer

Anisa Gita Ayu Sekarini