Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Penderita Hemofilia

Ditulis oleh Prambandanty Poetri Irnandy2 menit baca
Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Penderita Hemofilia
Perhatian dan kebiasaan keluarga terhadap olahraga rutin serta asupan yang bergizi dapat berdampak positif bagi penderita hemofilia.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-photo/adult-children-hands-holding-paper-family-cutout-family-home_5097294.htm#page=1&query=family%20support&position=34

Halo NutriCiers!

Hemofilia merupakan kondisi kelainan darah yang terjadi karena faktor genetik. Kekurangan faktor pembekuan darah yang terjadi pada penderita hemofilia menyebabkan proses pembekuan darah tidak berlangsung secara normal, sehingga ketika terjadi perdarahan, akan berlangsung lebih lama dan sulit berhenti (membeku). Tanda-tanda ketika seseorang mengalami hemofilia antara lain, perdarahan di persendian yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri atau sesak pada sendi, perdarahan di dalam kulit sehingga menyebabkan penumpukan darah di area tertentu (hematoma), perdarahan pada mulut, gusi, serta perdarahan yang sulit dihentikan ketika gigi tanggal.

Penderita hemofilia harus mendapat perhatian khusus selama hidupnya, terutama perhatian serta dukungan dari keluarga. Dukungan dari keluarga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan bagi penderita hemofilia. Keluarga dapat memberikan dukungan dengan membiasakan melakukan aktivitas fisik yang rutin dan menyediakan asupan gizi yang tepat.

The World Federation of Hemofilia menganjurkan bahwa penderita hemofilia harus tetap melakukan aktivitas fisik rutin. Nah, kebiasaan untuk melakukan olahraga bersama keluarga dapat menjadikan tubuh yang sehat dan bugar. Olahraga yang dilakukan tentunya harus memperhatikan keamanan untuk menghindari terjadinya cedera. Olahraga yang tidak banyak melakukan kontak fisik sangat dianjurkan bagi penderita hemofilia, seperti berenang atau hiking.

Aktivitas fisik bagi penderita hemofilia bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan sendi, tulang serta otot. Selain itu, manfaat aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu untuk mencegah terjadinya obesitas dan penyakit kronis lainnya yang dapat memperburuk keadaan penderita hemofilia.

Bagaimana dengan asupannya?

Asupan bagi penderita hemofilia sama seperti orang pada umumnya yang tidak menderita hemofilia. Asupan gizi seimbang tetap menjadi anjuran, yaitu dengan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral. Makanan yang rendah lemak sangat dianjurkan untuk menghindari penyakit kronis. Kebutuhan kalori harus diperhatikan agar dapat mencapai atau mempertahankan berat badan ideal.

Selain itu, hal yang harus diperhatikan terkait makanan yang dikonsumsi oleh penderita hemofilia yaitu menghindari makanan yang dapat meningkatkan pendarahan dan meningkatkan asupan harian yang dapat meningkatkan proses pembentukkan darah. Zat gizi yang dapat membantu proses pembentukkan sel darah merah yaitu makanan yang mengandung zat gizi vitamin C seperti buah jambu dan jeruk, vitamin E dan asam folat pada sayuran berwarna hijau, B6 dan B12 pada daging, produk susu, dan kacang-kacangan. Adapun mineral yang berperan yaitu zat besi (Fe) yang terkandung dalam hati ayam dan bayam serta kalsium pada susu rendah lemak atau tanpa lemak.

Perhatian dan kebiasaan keluarga terkait aktivitas fisik rutin serta asupan yang sehat dan bergizi tentunya dapat meningkatkan kesehatan bagi penderita hemofilia.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#aktivitas fisik#family#gizi#Hari Hemofilia Sedunia#Hemofilia#olahraga#pola asupan makanan#World Federation of Hemophilia#World Hemophilia Day

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya