Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Yuk, Cegah Alzheimer pada Lansia!

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Yuk, Cegah Alzheimer pada Lansia!
Lakukan diet mediterania, diet dash dan puasa intermiten untuk cegah Alzgeimer pada lansia
sumber gambar : freepik

Hai, NutriCiers!

Penyakit pada lansia akan berpengaruh pada kemampuan dalam melakukan perawatan dan aktivitas sehari-hari. Hal itu secara tidak langsung akan berpengaruh pula pada anggota keluarga lainnya karena mereka harus merawat atau mengeluarkan biaya untuk perawat dan perawatannya. Terlebih jika penyakit yang diderita sudah cukup parah, pasti lebih banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan, bukan?

Penyakit alzheimer (AD) adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang menjadi penyebab utama demensia di dunia. Faktor risiko yang menyebabkan alzheimer, di antaranya usia, cedera kepala traumatis, depresi, penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga. Sementara itu, diketahui bahwa hampir dua per tiga orang yang menderita alzheimer adalah perempuan.

Kerusakan dan penghancuran neuron pada penderita alzheimer menyebabkan bagian otak lainnya ikut rusak, sehingga mempengaruhi fungsi dasar tubuh, seperti berjalan atau menelan. Akibatnya, seseorang dengan Alzheimer mungkin saja harus berada di tempat tidur dan membutuhkan perawatan sepanjang waktu.

Penyakit alzheimer merupakan penyakit usia tua dan mempengaruhi satu dari empat orang berusia 85 tahun atau lebih. Sampai saat ini, belum ada obat untuk alzheimer. Maka dari itu, pencegahan pun menjadi langkah terbaik. Berikut ini beberapa cara mencegah alzheimer:

  1. Diet Mediterania

Karakteristik diet ini adalah tinggi konsumsi buah, sayuran, sereal, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Namun, pada diet ini juga mengonsumsi ikan, unggas, susu, daging merah dan olahannya dalam jumlah yang sedikit. Kandungan gizi dalam diet mediterania dapat melindungi saraf dan mencegah Alzheimer.

  1. Diet DASH

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) merupakan diet untuk penderita hipertensi. Prinsip diet DASH adalah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, sereal, dan susu rendah lemak. Diet ini juga sangat membatasi konsumsi daging merah dan olahannya, susu tinggi lemak, minyak kelapa, serta makanan dan minuman manis. Diet ini dapat mengurangi penyakit kardiovaskular yang menjadi salah satu faktor risiko Alzheimer.

  1. Puasa Intermiten

Puasa intermiten bukanlah suatu suatu diet, melainkan pola makan yang membatasi asupan kalori. Puasa intermiten memiliki efek melindungi otak dari kerusakan, mengurangi peradangan saraf, menurunkan stress oksidatif, dan mengembangkan sel-sel otak baru (neurogenesis).

Nah, itu dia beberapa cara untuk mencegah penyakit alzheimer! Pastinya para lansia ingin memiliki waktu tua yang tenang dan bahagia tanpa bayang-bayang berbagai penyakit. Namun, tidak hanya untuk para lansia, cara-cara ini juga bisa NutriCiers terapkan untuk cegah alzheimer di kemudian hari, loh!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Alzheimer#diet#Diet DASH#Diet Mediterania#Hari Lansia Nasional#lansia#nutrisi#nutrisi lansia#Puasa#Puasa Intermiten

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hepatitis B: Pecinta Kacang Perlu Waspada?

Pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat dapat meningkatkan tingkat aflatoksin Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/salted-roasted-peanuts_10271092.htm#query=peanut&position=6 Hai Nutr

Mohammad Brachim Ansari