Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Hari Hemofilia Sedunia: Yuk, Kenal Lebih Jauh dengan Hemofilia

Ditulis oleh Shabrina Olivia Mumtaz2 menit baca
Hari Hemofilia Sedunia: Yuk, Kenal Lebih Jauh dengan Hemofilia
Peringatan Hari Hemofilia Sedunia setiap tanggal 17 April ditujukan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan perayaan atas kemajuan pengobatan terkait penyakit hemofilia.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-photo/world-blood-donor-day-hemophilia-day-concept-woman-hands-holding-red-blood-drop-copy-space_8664620.htm#page=1&query=hemophilia&position=7

Hai, NutriCiers!

Tahu nggak, sih? Ternyata setiap 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia, loh! Penetapan tanggal tersebut merupakan inisiatif dari World Federation of Hemophilia (WFH). Hari Hemofilia Sedunia sudah diperingati sejak tahun 1989 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai hemofilia serta perawatan hemofilia pada masyarakat luas. Selain itu, Hari Hemofilia Sedunia ini digunakan sebagai momentum untuk merayakan kemajuan pengobatan para penderita hemofilia. Pada tahun ini, Hari Hemofilia Sedunia mengangkat tema “Adapting to Change: Sustaining Care in A New World”.

Lantas, sebenarnya apa itu hemofilia?

Hemofilia adalah penyakit pembekuan darah yang membuat darah penderitanya membeku atau menggumpal lebih lama saat terjadi luka. Hemofilia merupakan penyakit turunan karena kurangnya faktor pembekuan dalam darah dan hampir selalu disebabkan oleh cacat pada salah satu gen faktor pembekuan darah. Hemofilia ini termasuk penyakit yang langka. Hemofilia lebih banyak menyerang laki-laki, tetapi perempuan juga bisa terkena dengan menjadi pembawa penyakit (carrier) atau mengalami gejala yang ringan.

Terdapat tiga tipe hemofilia, yakni hemofilia A yang disebabkan kurang atau tidak berfungsinya faktor pembeku VIII, hemofilia B yang disebabkan kurang atau tidak berfungsinya faktor pembeku IX, dan hemofilia C yang disebabkan kurangnya faktor pembeku XI. Hemofilia A lebih umum terjadi, sedangkan hemofilia C adalah yang paling langka dari ketiganya.

Hemofilia juga dibagi menjadi tiga tingkatan keparahan, yakni hemofilia ringan, sedang dan berat. Hemofilia ringan masih tidak terlalu mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Hemofilia sedang mungkin mengalami pendarahan jangka panjang, tetapi biasanya hanya setelah operasi atau cedera. Sementara itu, hemofilia berat sering mengalami pendarahan internal di bagian manapun yang menyebabkan nyeri. Penderita hemofilia sedang dan berat perlu mendapatkan terapi pencegahan agar dapat beraktivitas secara normal.

Perlu NutriCiers ketahui bahwa penyakit hemofilia hingga kini masih belum dapat disembuhkan. Namun, ada treatment yang dapat membantu penderitanya untuk mengurangi gejala-gejala dari hemofilia. Biasanya dalam treatment tersebut penderita hemofilia akan disuntikkan faktor pembeku darah. Penyuntikan tersebut dilakukan untuk menghentikan perdarahan aktif atau sebagai awalan sebelum melakukan prosedur medis pada penderita.

Nah, itu dia informasi mengenai Hemofilia, NutriCiers! Pemahaman tentang hemofilia ini sangat penting dan harus ditingkatkan lagi, ya! Agar tidak terjadi keterlambatan diagnosis bagi penderitanya.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#darah#Hari Hemofilia Sedunia#Healthy#Hemofilia#Information#kesehatan#news#World Federation of Hemophilia#World Hemophilia Day

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Strategi Pencegahan DBD Selama Berwisata

Pencegahan diri dari Demam Berdarah Dengue (DBD) harus dipersiapkan dan dilakukan kapanpun, khusunya saat liburan/berkunjung di daerah lembab atau rawan hujan. Sumber gambar : https://www.pexels.com/p

Bariza Diah Astari

Osteoporosis: Yakin Tidak Berolahraga?

Olahraga dapat meningkatkan kepadatan tulang Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/senior-couple-excising-garden_3837416.htm Hai NutriCiers! Osteoporosis atau tulang keropos menjadi salah

Anita Rachmatun Nikmah