Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Camilan Manis Andalan Pengisi Liburan, Tetap Waspada “Sugar Craving”

Ditulis oleh Fathurrahmi Ichwan Alduaira2 menit baca
Camilan Manis Andalan Pengisi Liburan, Tetap Waspada “Sugar Craving”
Waspadai sugar craving yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya!

Halo NutriCiers!

Libur telah tiba!

Liburan akhir tahun merupakan hal yang sangat dinanti oleh banyak orang karena pada tahun-tahun sebelumnya, momen liburan selalu digunakan sebagian orang untuk jalan-jalan atau mengunjungi keluarga.

Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, liburan kali ini pandemi Covid-19 masih menguasai tatanan kehidupan sampai hari ini, yang menyebabkan hampir semua orang menghabiskan waktu liburannya untuk "stay” di rumah.

Menghabiskan waktu di rumah saat liburan akan menyebabkan banyak orang ‘iseng’ mengonsumsi camilan manis seperti cookies, brownies, muffin, pudding, dan camilan manis kemasan secara rutin.

Konsumsi camilan manis memang sah-sah saja apabila tidak berlebihan, apabila berlebihan akan timbul kebiasaan banyak makan makanan manis sekalipun tidak sedang lapar atau biasa disebut dengan "Sugar Craving”.

Kebiasaan tersebut apabila dilakukan terus menerus akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, kerusakan gigi, kanker dan penyakit liver.

Mengingat betapa berbahayanya kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, maka Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 yang berisi anjuran batas konsumsi gula per hari untuk setiap orang yaitu 10% dari total kebutuhan kalori per hari (200 kkal).

Jumlah ini setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram gula per orang per hari. Kemudian bagaimana cara mengurangi “sugar craving” di tengah godaan camilan manis di masa liburan ini? Berikut ini 7 cara ampuhnya:

  1. Makan secara teratur setiap 4-6 jam sekali dengan memperbanyak makanan sumber protein seperti daging, ikan, dan telur.
  2. Konsumsi makanan manis alternatif lain yang alami seperti buah-buahan karena buah selain memiliki rasa manis yang tak kalah lezat dari makanan dengan pemanis buatan, buah juga mengandung zat gizi dan serat yang baik bagi kesehatan.
  3. Mencukupi kebutuhan serat seperti gandum, biji-bijian, buah, dan sayuran, hal ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga tidak mudah menginginkan makanan manis.
  4. Minum air putih yang cukup dapat mengurangi rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan manis.
  5. Hindari stres dan istirahat cukup dapat mencegah dari rasa lapar yang berlebihan dan membuat lebih bertenaga.
  6. Mandi air panas selama 5-10 menit akan membantu menghilangkan stres dan keinginan mengonsumsi makanan manis.
  7. Lakukan olahraga secara rutin, karena olahraga akan melepaskan endorfin yang memberikan "rasa nyaman" di otak sehingga tubuh teralihkan dari keinginan mengonsumsi makanan manis.

Yuk lakukan 7 cara tersebut, agar liburanmu tetap manis tanpa penyakit! Semoga bermanfaat ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#buah#buah-buahan#camilan#Corona#covid 19#Covid-19#daging#gangguan makan#gaya hidup#Healthy#holiday#ikan#Information#kesehatan#liburan#new year#pemanis#penyakit#sayur#sayur-sayuran#sehat#snack#style#sugar craving#tahun baru#telur

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Makanan Khas Imlek dan Kandungan Gizinya

Perayaan Imlek memiliki makanan khas beserta kandungan gizinya. https://www.freepik.com/free-vector/golden-chinese-new-year-2021_11374779.htm#page=1&query=imlek%202021&position=0 Hai, NutriCiers! Mend

Annisaa Fairuz tyara

Osteoporosis: Yakin Tidak Berolahraga?

Olahraga dapat meningkatkan kepadatan tulang Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/senior-couple-excising-garden_3837416.htm Hai NutriCiers! Osteoporosis atau tulang keropos menjadi salah

Anita Rachmatun Nikmah