Apa Benar Daun Kelor Berkhasiat Mencegah Stunting pada Anak?
Hai, NutriCiers!
Stunting adalah masalah kekurangan gizi yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan anak. Stunting sendiri masih menjadi permasalahan yang besar di Indonesia dengan angka perkiraan sebesar 8,8 juta anak Indonesia sebagai penderita stunting. Berdasarkan data kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia di tahun 2018, angka stunting di Indonesia adalah sebesar 30,8%. Angka stunting di atas 30% termasuk dalam kategori yang sangat tinggi jika berdasarkan WHO. Maka dari itu, usaha pencegahan stunting masih sangat diperlukan.
Moringa leaves atau biasa dikenal dengan daun kelor selalu dibicarakan khasiatnya dalam pencegahan stunting. Pasti NutriCiers juga pernah dengar, kan? Namun, apa sih daun kelor itu? Daun kelor merupakan tanaman obat yang kaya akan vitamin dan dipercaya efektif untuk mencegah malnutrisi. Berdasarkan penelitian, daun kelor memiliki 7x lebih banyak vitamin C dibanding jeruk, 10x lebih banyak vitamin A dibanting wortel, 9x lebih banyak protein dibanding yogurt, 17x lebih banyak kalsium dibanding susu, 15x lebih banyak kalium dibanding pisang, dan bahkan 25x lebih banyak zat besi dibanding bayam. Terlebih lagi, penggunaan daun kelor sebagai obat alternatif juga telah dibuktikan tidak memiliki efek samping.
WHO telah menganjurkan bahwa anak-anak dan balita sebaiknya mengkonsumsi daun kelor karena khasiatnya yang ampuh untuk pencegahan kasus kekurangan gizi sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, apa benar daun kelor bisa sangat berkhasiat untuk mencegah stunting?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kadar protein di daun kelor bisa melengkapi kebutuhan si anak. Telah dibuktikan bahwa malnutrisi, khususnya stunting, berkaitan erat dengan pemenuhan protein pada anak. Anak yang kekurangan konsumsi protein memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk mengalami stunting. Protein juga merupakan komponen yang sangat penting dalam masa pertumbuhan anak-anak dan berperan dalam pembentukan komponen struktural (enzim, hormon, dll.) serta antibodi pada si anak.
Nah, penelitian juga telah membuktikan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan olahan daun kelor telah terbukti mengurangi jumlah anak-anak yang menderita stunting. Sekarang ini telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah, yaitu dengan mengadakan sosialisasi tentang manfaat dan nilai gizi daun kelor serta pembelajaran tentang cara penanaman tanaman kelor. Hal tersebut dilakukan guna memperkenalkan manfaat daun kelor ke masyarakat luas karena khasiatnya yang benar-benar ampuh!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
