Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Hari Raya Waisak : Makan dalam Perspektif Umat Buddha

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Hari Raya Waisak : Makan dalam Perspektif Umat Buddha
Budaya dan pola makan merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam ajaran agama Buddha

Halo NutriCiers!

Pada tanggal 26 Mei, umat Buddha memperingati Hari Raya Waisak. Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak, kita akan sedikit membahas mengenai makan dalam perspektif umat Buddha.

Secara umum mengkonsumsi makanan itu penting untuk bertahan hidup untuk waktu yang lama. Ajaran Buddha menyebutkan bahwa lambung kita harus dibagi menjadi empat bagian, setengahnya dialokasikan untuk makanan, seperempat dialokasikan untuk air, dan seperempat sisanya dialokasikan untuk udara.

Dalam ajaran Buddha juga disebutkan bahwa penyakit paling buruk adalah kelaparan. Hal ini disebabkan karena penyakit lain dapat disembuhkan melalui proses pengobatan, sedangkan rasa lapar harus diatasi berulang kali dan apabila rasa laparnya meningkat maka harus diatasi terus menerus.

Membahas makanan dalam perspektif umat Buddha tidak lengkap apabila tidak membahas mengenai pola makan vegetarian. Vegetarian didefinisikan sebagai salah satu jenis diet yang hanya mengkonsumsi bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan menghindari bahan makanan yang berasal dari daging, ikan, dan unggas.  Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih untuk menjadi vegetarian. Alasan pertama adalah pecinta binatang, karena tidak tega melihat binatang merasakan penderitaan saat disembelih untuk dimakan dagingnya maka seseorang memilih untuk menjadi vegetarian. Alasan lain yaitu alasan kesehatan. Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa menghindari konsumsi hewan cenderung lebih menyehatkan dan mendatangkan banyak manfaat. Alasan lain lagi adalah berkaitan dengan ajaran agama tertentu seperti pada penganut agama Buddha. Namun apakah benar bahwa semua umat Buddha menganut vegetarian?

Ajaran agama Buddha sebenarnya tidak mengecam atau menyarankan umatnya untuk menjadi vegetarian. Sang Buddha sendiri tidak membenarkan ataupun menyalahkan vegetarian. Justru sebenarnya di dalam ajaran agama Buddha seseorang bebas untuk memilih makanan, baik dari sayur-sayuran maupun daging-dagingan.

Secara umum terdapat tiga aliran utama, yaitu Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Dalam ajaran Theravada disebutkan bahwa kesucian yang dicapai manusia itu tidak tergantung pada makanan yang dikonsumsi. Jadi dalam aliran ini diperbolehkan mengkonsumsi daging dengan syarat tertentu misalnya tidak memesan dengan keinginan pribadi, tidak mendengar penyembelihan, dan tidak melihat proses penyembelihan hewan. Sebaliknya, aliran Mahayana mengajarkan untuk tidak mengkonsumsi daging. Dengan tidak mengkonsumsi daging maka akan mengurangi proses pembunuhan hewan untuk dikonsumsi.

Nah, itu tadi beberapa hal terkait makan dan makanan dalam perspektif umat Buddha. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan Sobat NutriCiers sekalian!

Salam gizi, sehat berkualitas!

Tag:#Buddha#daging#Hari Raya Waisak#Healthy#Information#kesehatan#makan#makanan#news#perayaan#sayur-sayuran#sehat#vegetarian#waisak

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Ketahui Gejala Kanker Tulang Pada Anak

Kurangnya keaktifan dalam bergerak, nyeri, pembengkakan jaringan tulang lunak, demam dan lemahnya struktur tulang Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/diagram-showing-broken-bone-human-

Felicia Magdalena Kweesar