Kaitan dan Pentingnya Gizi bagi Penderita Tuberkulosis
Hai NutriCiers, tahukah kamu bahwa hingga saat ini tuberculosis atau biasa disingkat TBC masih menjadi salah satu fokus masalah kesehatan di dunia khususnya di Indonesia? Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular (air borne disease/penularan melalui udara) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejala utama pasien TBC paru yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.
Penyakit tuberkulosis dan gizi dalam hal ini status maupun asupan gizi ternyata memiliki hubungan yang cukup erat dan berpengaruh satu sama lain. Sebagian besar penderita tuberculosis mengalami malnutrisi. Studi menunjukan bahwa pasien TBC dengan malnutrisi meningkatkan risiko perkembangan TBC aktif 6-10 kali lipat. Suatu individu yang menderita tuberculosis dapat mengalami malnutrisi, sedangkan malnutrisi sendiri menjadi predisposisi terhadap terjadinya tuberculosis. Asupan gizi inadekuat (kurang dari kebutuhan) mengakibatkan terjadinya malnutrisi protein-energi (PEM) dan defisiensi mikronutrien tertentu sehingga terjadi immunodefisiensi. Imunodefisiensi sekunder ini meningkatkan kerentanan suatu individu terhadap infeksi dan beriringan dengan peningkatan risiko perkembangan tuberculosis. Dilain sisi, telah disinggung pada bagian awal individu yang mengalami tuberculosis kerap kali mengalami penurunan nafsu makan, malabsorpsi zat gizi, dan perubahan metabolisme sehingga mengarah pada terjadinya perburukan status gizi. Oleh karena itu penting untuk mempertahankan status gizi melalui pemenuhan asupan gizi secara tepat bagi penderita TBC. Asupan gizi didapatkan dari konsumsi berbagai aneka ragam makanan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral seperti makanan pokok, lauk hewani-nabati, sayur dan buah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Sayur dan buah menjadi salah satu komponen makanan yang tidak bisa diabaikan pada individu/pasien tuberculosis. Berdasarkan penelitian studi kohort di Cina diketahui bahwa tingginya konsumsi sayur dan buah terutama sayur memiliki hubungan terhadap penurunan risiko kegagalan perawatan/tata laksana medis pada pasien tuberculosis. Hal ini dikarenakan sayur dan buah memiliki efek protektif melalui kandungan vitamin dan mineral didalamnya yang bertindak sebagai antioksidan. Tidak hanya itu sayur dan buah memiliki efek sebagai antiinflamasi bermanfaat bagi penderita tuberculosis.
Dapat disimpulkan bahwa selain melalui pemberian obat anti-tuberkulosis dan tatalaksana medis, ternyata gizi memiliki peranan penting terhadap tuberculosis.
Salam Gizi Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
