Hari Hepatitis Sedunia : Apa Sih Penyebab Kulit Tampak Menguning pada Penderita Hepatitis?
Hai NutriCiers!
Selamat hari hepatitis sedunia 2021!
Sobat Nutriciers sudah pada tahu belum apa itu penyakit hepatitis? Hepatitis merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi seperti virus dan bakteri, toksin (racun), dan alkohol. Penyakit hepatitis memiliki berbagai macam jenis yang memiliki penularan serta pengobatan yang berbeda-beda. Yuk, intip jenis penyakit hepatitis yang biasa diderita di Indonesia!
- Hepatitis A
Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang ditularkan melalui kontak personal serta melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus tersebut.
- Hepatitis B
Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang merupakan salah satu infeksi dengan tingkat penularan sangat tinggi, yaitu mencapai 100 kali lipat dibandingkan dengan penyakit HIV. Penyakit ini harus menjalani pengobatan ketat karena berpotensi berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.
- Hepatitis C
Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang menyebabkan terjadinya radang pada hati. Penularan penyakit ini dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh dengan orang yang menderita hepatitis C.
Diantara ketiga jenis penyakit hepatitis tersebut, hepatitis B merupakan penyakit yang banyak ditemukan di dunia dikarenakan prevalensi yang tinggi serta berisiko menimbulkan penyakit sirosis hati dan karsinoma hepatoseluler primer. Gejala yang umum dirasakan oleh penderita hepatitis meliputi demam, kelelahan, mual dan muntah, tidak nafsu makan, urin bewarna gelap, dan disertai dengan adanya jaundice atau kulit yang tampak menguning.
Mengapa penderita hepatitis mengalami jaundice?
Hati memiliki fungsi dan peran yang penting bagi tubuh. Salah satunya adalah mengatur metabolisme serta ekskresi bilirubin pada tubuh. Hal ini bermula saat virus, bakteri, serta toksin menyerang hati, sehingga mengakibatkan peradangan bahkan kerusakan pada hati1. Hal ini membuat terganggunya fungsi hati dalam menjalankan perannya, yaitu metabolisme dan ekskresi bilirubin. Hal ini menyebabkan menumpuknya dan tingginya kadar bilirubin dalam tubuh sehingga permukaan kulit, mukosa, serta sklera mata mengalami perubahan warna menjadi kuning yang disebut dengan jaundice atau lebih sering dikenal dengan istilah “penyakit kuning”.
Kadar normal bilirubin pada tubuh berkisar antara 0,3—1,0 mg/dl. Jika jaundice sudah terjadi pada sklera dan mukosa sklera mata, kadar bilirubin sudah mencapai 1-2,5 mg/dl. Sedangkan jika jaundice sudah nampak pada permukaan kulit, kadar bilirubin mencapai >5 mg/dl.
Pengaturan pola makan yang baik, teratur, dan bergizi seimbang sangat penting dalam proses penyembuhan penyakit. Hal tersebut sangat diperlukan untuk meringankan beban kerja hati, memperbaiki sel hati yang rusak serta mencegah kerusakan lebih lanjut, dan mempertahankan status gizi normal serta menghindari komplikasi.
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
