Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

5 Kunci untuk Makanan yang Lebih Aman Konsumsi!

Ditulis oleh Mohammad Brachim Ansari4 menit baca
5 Kunci untuk Makanan yang Lebih Aman Konsumsi!
5 Kunci ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyakit bawaan makanan

Hai NutriCiers!

Tahukah kalian?

Akses ke makanan yang aman dan bergizi dalam jumlah yang mencukupi sangat penting bagi kesehatan dan perkembangan manusia, karena menopang kehidupan dan mendukung kesehatan yang baik. Keamanan pangan mencakup tindakan yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua makanan seaman mungkin untuk dikonsumsi. Keamanan pangan berbeda dari keamanan pangan dan gizi, tetapi keduanya terkait erat. 

Apalagi jika makanan bisa terkontaminasi kapan saja baik saat produksi dan distribusi, hal ini akan menjadi tanggung jawab produsen makanan itu. Namun sebagian besar insiden penyakit bawaan makanan (yang dapat dilihat di artikel sebelumnya) disebabkan oleh makanan yang tidak diolah dengan benar atau salah penanganan di rumah, di tempat layanan makanan atau pasar. Tidak semua dari kita sebagai konsumen dan penjamah makanan (produsen) memahami peran yang kita mainkan, seperti mengikuti praktik higienis dasar saat membeli, menjual dan menyiapkan makanan untuk melindungi kesehatan kita dan komunitas yang lebih luas. 

Inilah 5 kunci yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dapat kita terapkan sehari-sehari untuk mencegah penyakit bawaan makanan:

Kunci 1: Menjaga Kebersihan

  1. Mencuci tangan (sebelum dan selama mengolah pangan (baik saat mengupas, memotong, dan saat memasak pangan), sebelum makan, setelah dari toilet, setelah memegang daging sapi/unggas mentah, setelah mengganti popok bayi, setelah membersihkan hidung, setelah memegang sampah, setelah memegang bahan kimia (termasuk sabun cuci dan pembersih lantai), dan setelah memegang hewan peliharaan)
  2. Menggunakan pakaian bersih.
  3. Mencuci dan membersihkan seluruh permukaan dan peralatan yang digunakan untuk mengolah pangan.
  4. Menjaga area dapur dan pangan dari serangga, hama, dan hewan lainnya.

Mengapa?

Mikroba berbahaya dapat terbawa oleh tangan, pangan, serbet, dan peralatan, terutama pada talenan yang dapat mencemari pangan dan menyebabkan penyakit.

Kunci 2: Memisahkan Pangan Mentah dari Pangan Matang

  1. Memisahkan daging sapi, daging unggas, dan makanan laut dari pangan lainnya.
  2. Menggunakan peralatan yang terpisah, seperti pisau dan talenan untuk mengolah pangan mentah.
  3. Menyimpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak langsung antara pangan mentah dan pangan matang

Mengapa?

Pangan mentah, terutama daging sapi, daging unggas, makanan laut, dan cairan yang ditimbulkannya dapat mengandung mikroba berbahaya yang dapat mencemari pangan lainnya selama pengolahan dan penyimpanan.

Kunci 3: Memasak dengan Benar

  1. Memasak pangan sampai benar-benar matang, terutama daging sapi, daging unggas, telur, dan makanan laut.
  2. Merebus pangan seperti sup sampai mendidih selama setidaknya 1 menit dan mengusahakan agar dikonsumsi dalam keadaan tetap panas/hangat sebelum disajikan.
  3. Memastikan daging sudah matang, tidak berwarna merah muda/pink.
  4. Jangan menggunakan wadah plastik untuk mengolah atau menyajikan makanan panas, karena beberapa wadah plastik melepaskan bahan kimia beracun.
  5. Memanaskan kembali pangan sampai panas seluruhnya.

Mengapa?

Memasak pangan dengan tepat dapat membunuh mikroba berbahaya. Pangan yang dimasak hingga benar-benar matang (mendidih/panas seluruhnya) aman untuk dikonsumsi. Pangan yang benar-benar harus diperhatikan kematangannya adalah daging sapi dan unggas, terutama daging cincang, daging panggang utuh, dan potongan daging besar.

Kunci 4: Menjaga Pangan di Suhu Aman

  1. Jangan membiarkan pangan matang pada suhu ruang lebih dari 2 jam.
  2. Menyimpan segera semua pangan matang dan mudah rusak dalam kulkas (sebaiknya disimpan pada bagian refrigerator).
  3. Mempertahankan agar suhu makanan tetap panas/hangat sebelum dikonsumsi.
  4. Jangan menyimpan makanan terlalu lama dalam kulkas. Makanan tidak boleh disimpan dalam kulkas lebih dari 3 hari (sisa makanan matang) dan tidak boleh dipanaskan lebih dari sekali.
  5. Jangan membiarkan makanan beku mencair pada suhu ruang. Jika makanan beku dari freezer ingin dicairkan, maka pindahkan pada bagian refrigerator untuk dicairkan.
  6. Jika tidak ada kulkas, usahakan untuk membeli makanan segar dan langsung menggunakannya segera.

Mengapa?

Mikroba dapat berkembang biak dengan sangat cepat jika makanan disimpan pada suhu ruang. Pada suhu dingin (refrigerator/freezer) atau hangat/panas, pertumbuhan mikroba lebih lambat atau terhenti. Pendinginan atau pembekuan makanan tidak membunuh mikroba tetapi membatasi pertumbuhan.

Kunci 5: Menggunakan Air dan Bahan Baku yang Aman

  1. Menggunakan air yang aman atau dimasak terlebih dahulu dan membiarkan mendidih selama 1-3 menit sebelum air digunakan.
  2. Memilih pangan yang segar, utuh, dan bermutu.
  3. Memperhatikan aspek KLIK, yaitu:
  • Kemasan : Memastikan kemasan produk dalam kondisi baik
  • Label : Membaca informasi nilai gizi dan komposisi produk yang tertera pada label
  • Izin Edar : Memastikan memiliki izin edar dari BPOM
  • Kedaluwarsa : Memastikan belum melewati tanggal kedaluwarsa; jangan mengonsumsi pangan yang sudah kedaluwarsa.

Mengapa?

Bahan baku, termasuk air dan es, dapat terkontaminasi oleh mikroba dan bahan kimia berbahaya. Racun dapat terbentuk dari pangan yang rusak dan berjamur. Memilih bahan baku dan perlakuan sederhana seperti mencuci dan mengupas kulit dapat mengurangi risiko terkena penyakit akibat pangan yang tidak aman.

Nah, itulah 5 kuncinya NutriCiers. Semoga bermanfaat! Mari kita mulai terapkan untuk terhindar dari penyakit bawaan makanan ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#air#cuci tangan#Healthy#Information#keamanan#keamanan pangan#kesehatan#makanan#pangan#pengolahan#pengolahan makanan#penyakit#penyakit bawaan makanan

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Apa Itu Hemofilia dan Jenisnya

Hemofilia mengganggu aktivitas pembekuan darah pada penderitanya Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/red-blood-cells_936788.htm#page=1&query=blood&position=12 Halo NutriCiers! Hemofilia

Annisaa Fairuz Tyara