Lewati ke konten
NutriClinic
Sports and Beauty

Olahraga Dapat Menjadi Hal yang Berbahaya bagi Penderita Hemofilia? Simak Info Berikut

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Olahraga Dapat Menjadi Hal yang Berbahaya bagi Penderita Hemofilia? Simak Info Berikut
Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik terbukti bermanfaat bagi penderita hemofilia. Dengan berolahraga dan melatih otot, risiko untuk mengalami komplikasi akibat hemofilia menjadi berkurang

Halo NutriCiers!

Tanggal 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia. Apakah Sobat NutriCiers pernah mendengar tentang hemofilia? Hemofilia adalah defek koagulasi atau gangguan pembekuan darah yang disebabkan oleh fungsional atau kekurangan faktor pembekuan darah. Hemofilia merupakan penyakit yang menyerang laki-laki yang diturunkan oleh perempuan. Terdapat tiga jenis penyakit hemofilia, yaitu hemofilia A, B, dan C. Hemofilia A merupakan kondisi dimana tubuh seseorang kekurangan faktor VIII (antihemophilic factor). Hemofilia B merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan faktor IX (komponen protrombin plasma). Faktor VIII dan faktor IX berperan sebagai aktivator untuk faktor X yang berperan dalam proses koagulasi atau pembekuan darah, sehingga gambaran klinis hemofilia A dan B cenderung mirip. Jenis hemofilia C merupakan kasus yang langka sehingga informasi mengenai penyakit ini juga masih sangat sedikit.

Penyakit hemofilia biasanya terdeteksi pada usia anak-anak. Sebanyak 95% dari kasus hemofilia akan terdeteksi pada saat usia 15 tahun. Padahal usia anak-anak dan remaja adalah usia aktif, dimana seorang anak akan banyak mengeksplor dan melakukan banyak hal salah satunya dalam bidang olahraga. Berbicara perihal bidang olahraga, pada sekitar tahun 1960an muncul pernyataan bahwa penderita hemofilia dilarang mengikuti kegiatan olahraga untuk meminimalisir perdarahan. Memang ada penelitian yang menunjukan bahwa melakukan olahraga yang berat dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami perdarahan.

Lalu apakah para penderita hemofilia tidak boleh melakukan olahraga? Jawabannya boleh, bahkan penelitian sekarang menyebutkan bahwa berolahraga dan melakukan aktivitas fisik terbukti bermanfaat bagi penderita hemofilia. Dengan berolahraga dan melatih otot, risiko untuk mengalami komplikasi akibat hemofilia menjadi berkurang. Hal ini tentunya berdampak baik bagi penderita hemofilia, namun dengan catatan olahraga yang dipilih haruslah aman dan memiliki risiko yang rendah untuk mengalami luka.

The World Federation of Hemophilia (WFH) merekomendasikan penderita hemofilia dapat melakukan olahraga yang tidak memerlukan kontak dengan orang lain, seperti berenang dan bermain golf, serta menjauhi melakukan olahraga yang berisiko kontak dengan orang, seperti sepak bola. Selain itu, WFH juga membagi olahraga menjadi beberapa kategori, sebagai berikut :

  1. Aman (skor 1). Contohnya olahraga dalam air dan mendaki.
  2. Aman-sedang (skor 1,5). Contohnya bersepeda
  3. Sedang (skor 2). Contohnya bowling, tennis
  4. Sedang-berat (skor 2,5). Contohnya sepak bola, basker
  5. Berat (skor 3). Olahraga yang berada dalam kategori ini sangat tidak disarankan untuk dilakukan pasien hemofilia. Contoh olahraga yang tergolong berat adalah gulat dan rugby.

Nah itu tadi informasi mengenai olahraga yang aman bagi penderita hemofilia. Semoga info diatas dapat menambah wawasan Sobat NutriCiers.

Salam gizi, sehat berkualitas!

Tag:#Bahaya#darah#Hari Hemofilia Sedunia#Healthy#Hemofilia#Information#news#olahraga#World Federation of Hemophilia#World Hemophilia Day

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Asupan Makanan Tepat untuk Atasi Eksim

Eksim atau dikenal dengan dermatitis atopik adalah penyakit inflamasi kulit kronis yang ditandai dengan lesi kulit yang meradang, gatal, dan kering. Eksim disebabkan oleh respon imun

Shella Ernita Firdayanti