Lewati ke konten
NutriClinic
Sports and Beauty

Senam Aerobik Salah Satu Terapi Farmakologis Bagi Seseorang Hipertensi!

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Senam Aerobik Salah Satu Terapi Farmakologis Bagi Seseorang Hipertensi!

Halo Nutriciers!

Salah satu faktor penyebab seseorang megalami hipertensi yaitu gaya hidup yang kurang sehat seperti kurangnya aktivitas fisik. Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistole ≥140 mmHg dan tekanan darah diastole ≥90 mmHg,hal ini dikarenakan beban kerja jantung berlebih saat memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi.[1] Menurut RISKESDAS terjadi peningkatan perilaku kurangnya aktivitas fisik dengan hipertensi,diketahui pada tahun 2013 sebanyak 26.1% dan pada tahun 2018 sebanyak 33.5% yang menandakan terdapat peningkatan sebanyak 4.4%[2]

Aktivitas fisik diketahui mampu meningkatkan sekresi substansi vasodilator seperti nitrit oksida serta menurunkan kadar katekolamin dan meningkatkan sensitivitas insulin dimana dua hal ini berhubungan dengan penurunan retensi natrium dan air sehingga berkaitan dengan tekanan darah.[3] Seiring kemajuan teknologi,seseorang semakin malas untuk bergerak dan banyak pekerjaan rumah yang sudah mulai tergantikan oleh robot. Padahal pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah merupakan salah satu aktivitas fisik. Rendahnya aktivitas fisik jika berkelanjutan dapat menurunkan tingkat kebugaran kardiorespirasi.Selain membersihkan rumah,olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik.

Latihan fisik/olahraga merupakan salah satu rekomendasi terapi yang direkomendasikan pada non farmakologis. Olahraga merupakan salah satu respon homeosatik dimana terjadi perubahan besar pada sistem sirkulasi dan pernapasan secara bersamaan. Salah satu olahraga yang direkomendasikan yaitu senam aerobik. Senam aerobik merupakan latihan yang menggunakan seluruh otot terutama otot besar dan terus menerus hingga berkelanjutan. Olahraga aerobik mampu meningkatkan kapiler darah,otot dan peredaran darah sehngga dapat bekerja secara efisien untuk memompa darah lebih banyak,menurunkan kadar lemak dalam darah dan mampu mengurangi penggumpalan darah. Karena itulah,senam aerobik direkomendasikan bagi pasien dengan riwayat hipertensi. [4]

Sebuah studi memaparkan ternyata senam aerobik berdampak positif pada tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Dengan latihan aerobik secara teratur,diketahui mampu menurunkan rerata tekanan sistolik sebanyak 11 mmHg dan diastolik sebanyak 9 mmHg.[5] Karena itulah secara normal ketika seseorang rajin melakukan olahraga salah satunya senam aerobik dapat menurunkan tekanna sistolik maupun diastolik.Pada saat senam hipertensi mampu terjadi efek beta blocker yang dapat menenangkan saraf simpatis dengan membuat penurunan aktivitas saraf simpatis,reseptor hormon dan fungsi hormon.[6]

Maka dari itu,pentingnya aktivitas fisik salah satunya olahraga dapat menstabilkan tekanan darah terutama pada pasie hipertensi. Panduan dari American Heart Association (AHA) dan American College of Sports Medicine(ACSM) merekomendasikan senam aerobik dengan intesitas sedang minimal 30 menit/hari sebanyak 5 hari/minggu atau intensitas tinggi minimal 20 menit/hari sebanyak 3 hari/minggu. Setiap durasi latihan tentu memiliki efek yang berbeda,namun intensitas dan durasi latihan di sesuaikan dengan kondsi masing-masing individu[7].

Salam Gizi, Sehar Berkualitas!

Tag:#aktivitas fisik#hipertensi#olahraga#peredaran darah#senam aerobik

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hepatitis B: Pecinta Kacang Perlu Waspada?

Pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat dapat meningkatkan tingkat aflatoksin Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/salted-roasted-peanuts_10271092.htm#query=peanut&position=6 Hai Nutr

Mohammad Brachim Ansari