Apakah meminum soda baik untuk kesehatan ginjal?
Referensi Gambar : https://www.freepik.com/free-vector/soda-cups-drink_6151959.htm#page=1&query=soda&position=11
Referensi : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6364540/
Hi Nutriciers!
Hayo siapa nih yang disini punya kebiasaan minum soda?
Soft drinks atau yang dikenal dengan minuman soda merupakan salah satu minuman kemasan yang mudah ditemui di swalayan. Minuman soda termasuk dalam salah satu jenis minuman manis atau yang sering disebut dengan sugar sweetened beverages. Sugar sweetened beverages biasanya memiliki kandungan energi tinggi yang berasal dari kandungan gula tambahan, apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan berkembang menjadi obesitas. Ketika individu memiliki status gizi obesitas maka dapat berisiko tinggi terkena diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan gagal ginjal. Kandungan fruktosa pada minuman tinggi gula dapat meningkatkan konsentrasi serum urate dan berdampak pada kesehatan ginjal. Oleh karena itu, biasanya pada setiap negara memiliki regulasi tertentu dalam kandungan gula tambahan pada minuman kemasan. Dalam PERMENKES No.30 tahun 2013 disebutkan bahwa setiap orang yang memproduksi pangan olahan yang mengandung gula, garam, dan lemak wajib memuat informasi kandungan gula, garam, dan lemak serta pesan kesehatan pada label pangan. Hal tersebut juga didukung dalam pesan gizi seimbang yang disebutkan bahwa batasi konsumsi gula, garam, dan lemak, yaitu maksimal 50 gram gula atau setara dengan 4 sendok makan.
Memiliki kebiasaan mengkonsumsi soda dapat menyebabkan risiko kerusakan organ ginjal. Soda memiliki kandungan fosfor sebagai zat bahan tambahan pangan (BTP) untuk warna dan rasa. Fosfor dapat mempengaruhi tingkatan serum fosfor dan pertumbuhan fibroblast. Fibroblast yang tinggi berhubungan dengan risiko tinggi dalam terjadinya gagal ginjal. Selain itu, kebiasaan mengkonsumsi soda dapat meningkatkan beban asam dalam tubuh. Individu yang memiliki tingkat beban asam yang tinggi memiliki risiko 1,13x lebih besar terkena penyakit ginjal.
Kebiasaan mengkonsumsi soda dapat dianggap sebagai kualitas diet yang rendah, yang berdampak pada risiko tinggi terkena penyakit tidak menular. Selain itu, kebiasaan konsumsi soda juga dapat berdampak pada kejadian resistensi insulin yang berdampak panjang pada kejadian diabetes melitus, obesitas, penyakit kardiovaskular, dan disfungsi ginjal.
Nah sudah tau kan dampak dari kebiasaan minum soda, jadi jangan lupa untuk cermat memilih bahan pangan dengan membaca label kemasan pangan serta batasi gula, garam, dan lemak ya NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
