Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Diet Sehat ala Korea, Berat Badan Turun dengan Sehat!

Ditulis oleh Shella Ernita Firdayanti3 menit baca
Diet Sehat ala Korea, Berat Badan Turun dengan Sehat!

Halo NutriCiers!

Industri K-Pop dan K-Drama membuat diet ala Korea memiliki peminat yang cukup banyak, Selain itu, dinilai dapat membantu menekan angka prevalensi obesitas dan penyakit tidak menular di Korea Selatan. Diet ala korea memang memiliki cita rasa yang lezat, selain itu hidangan khas Korea ternyata juga dapat dapat menjadi pilihan diet yang efektif dan sehat! 

Berikut beberapa karakteristik diet ala Korea, yang meliputi:

  1. Terdapat berbagai menu yang berbahan dasar nasi dan biji-bijian

Nasi dan biji-bijian digunakan masyarakat Korea sebagai sumber karbohidrat utama. Nasi dengan campuran biji-bijian (multigrain rice) memiliki kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi.

  1. Konsumsi makanan yang difermentasi dalam jumlah yang tinggi

Salah satu makanan fermentasi yang populer dikonsumsi di Korea Selatan adalah kimchi. Kimchi merupakan sumber vitamin, mineral, bakteri asam laktat, dan fitokimia yang baik dan terbukti dapat menurunkan berat badan serta meningkatkan parameter metabolisme pada orang-orang dengan berat badan lebih dan obesitas. Selain itu, gochujang (pasta cabai yang digunakan dalam pembuatan kimchi) juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin karena mengandung isoflavon.

  1. Asupan sayuran dalam porsi besar

Sayuran seperti selada, paprika, wortel, timun biasanya dikonsumsi mentah dengan saus yang terbuat dari gochujang, deonjang, ganjang, atau cuka lalu diberi taburan biji wijen. Kubis dan bayam biasanya direbus sebentar lalu dibumbui dengan rempah tradisional. Sayuran mentah maupun kering juga digunakan sebagai bahan pembuatan sup. Kimchi merupakan salah satu olahan sayuran yang paling sering dikonsumsi. Masakan Korea juga menggunakan beberapa varian rumput laut yang kaya akan serat dan vitamin.

  1. Pilihan protein yang dikonsumsi lebih banyak berasal dari ikan dan kacang-kacangan dibandingkan dengan daging merah

Masyarakat Korea mengonsumsi berbagai varian kacang-kacangan yang meliputi kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tunggak, kenari, kacang tanah, dan kacang ginkgo. Masyarakat Korea juga mengonsumsi olahan ikan dengan berbagai metode pemasakan seperti dipanggang, direbus dengan saus, dan dimarinasi. Pilihan jenis protein lainnya bagi masyarakat Korea adalah unggas, seperti ayam dan burung pegar.

  1. Penggunaan tanaman obat seperti bawang putih, daun bawang, cabai merah, dan jahe

Selain berfungsi untuk meningkatkan rasa, penggunaan tanaman obat juga meningkatkan manfaat kesehatan pada makanan.

  1. Penggunaan minyak wijen dan minyak perilla sebagai sumber lemak utama

Berdasarkan sejarah, produksi minyak goreng yang berasal dari hewan dan tumbuhan cukup terbatas di Korea. Minyak wijen biasanya digunakan untuk campuran hidangan kuk, namul, dan bibimbap. Sedangkan minyak perilla digunakan untuk hidangan yang ditumis. Keduanya merupakan sumber lemak tidak jenuh yang kaya akan omega 3 dan antioksidan.

  1. Membatasi konsumsi makanan yang digoreng deep-fry

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, teknik menggoreng deep-fry tidak dapat berkembang di Korea akibat terbatasnya produksi minyak goreng. Sehingga, metode memasak yang tidak membutuhkan banyak minyak, seperti tumis lebih dikembangkan.

  1. Bahan dasar makanan menyesuaikan musim

Korea memiliki industri pertanian yang luas dengan 4 perubahan musim, yang menyediakan aneka ragam bahan pangan. Maka dari itu, resep masakan Korea telah dikembangkan menggunakan bahan-bahan segar yang tersedia di setiap musimnya. Sebagai contoh, masyarakat Korea dapat membuat kimchi sepanjang tahun menggunakan berbagai jenis kubis sesuai musimnya.

  1. Terdapat berbagai macam masakan lokal

Resep masakan dikembangkan berdasarkan karakteristik geografisnya. Penggunaan bahan dasar nasi dan biji-bijian seperti bibimbap di daerah dataran, olahan seafood di daerah dekat laut, hidangan sayuran seperti namul di daerah pegunungan, dan olahan ikan air tawar dan remis di daerah dekat sungai.

  1. Lebih sering konsumsi makanan rumahan

Cara paling mudah untuk konsumsi makanan sehat adalah mengontrol asupan natrium dan gula. Sedangkan penambahan gula dan garam untuk makanan di restoran cukup tinggi. Kebanyakan orang Korea memasak makanan mereka di rumah karena hal tersebut dianggap lebih sehat dan murah. Selain itu, hidangan lebih banyak dibuat dengan bahan-bahan alami dibandingkan menggunakan bahan olahan.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba diet ala Korea sebagai salah satu cara untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Karena berdasarkan bahan-bahan yang dipakai dan metode pengolahan yang digunakan menunjukkan bahwa diet ala Korea tergolong sehat, cenderung tinggi asupan sayuran, bebas gula, dan rendah lemak. Jangan lupa konsultasikan makanan mu dengan cara men-download Aplikasi Nutric.id di Play Store!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy#Information#style

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya