Hubungan antara Makanan dan Penyakit Asma
Hai, NutriCiers!
Asma adalah gangguan pernapasan kronis yang berhubungan dengan peradangan saluran napas. Faktor lingkungan dan faktor genetik merupakan peran terpenting dalam patofisiologi penyakit asma.Udara yang dihirup, paparan asap, polusi udara di dalam dan luar ruangan adalah pemicu umum terjadinya gejala asma.
NutriCiers pasti sering mendengar bahwa makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh pada tubuh manusia, seperti dalam hal kerentanan kita dalam terkena penyakit kardiovaskular, atau gangguan jantung, diabetes tipe dua, dan kanker. Namun, hubungan antara makanan yang dikonsumsi dengan penyakit asma belum banyak diidentifikasi.Berdasarkan penelitian, ternyata peran makanan juga sangat berpengaruh dalam kerentanan seseorang terkena asma, terutama pada anak-anak. Bukan hanya itu, makanan yang dikonsumsi juga memiliki dampak positif untuk mengkontrol penyakit asma si penderita, lho.
Nah, makanan apa sih yang cocok untuk pengidap asma? Ternyata jawabannya adalah buah-buahan dan sayur-sayuran. Buah dan sayur dianggap memiliki efek anti-inflamasi karena nutrisi yang dikandungnya, sehingga membantu dalam penurunan sitokin pro-inflamasi dalam plasma. Selain itu, buah dan sayuran juga dikaitkan dalam penurunan peradangan saluran pernapasan dan pengurangan neutrofil pada penderita asma. Maka dari itu, penderita asma wajib mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin untuk membantu sistem pernapasan kalian.
Setelah NutriCiers tahu makanan yang wajib dikonsumsi, ada juga lho makanan yang wajib dihindari. Bagi NutriCiers yang menderita asma atau punya kenalan penderita asma, coba hindari konsumsi makan makanan manis seperti dessert, daging merah, daging olahan seperti sosis, nugget, dan kornet, serta biji-bijian olahan. Makanan tersebut telah dibuktikan memiliki efek pro-inflamasi karena kandungan lemak jenuh, gula, natrium, dan omega-6 PUFA yang cukup tinggi, yang dimana bisa memicu timbulnya gejala asma.
Oh iya, NutriCiers juga harus tahu nih, bahwa anak-anak yang memiliki alergi makanan dan asma sekaligus berisiko lebih tinggi mengalami episode asma yang parah dan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami anafilaksis akibat alergi nya terhadap suatu makanan. Maka dari itu, jika kasusnya seperti ini, rekomendasi di atas wajib dilakukan dengan disertai konsultasi bersama dokter. Makanan yang dikonsumsi pun harus benar-benar diperhatikan serta memiliki pengetahuan dalam penanganan yang tepat.Karena, risikonya bisa mengancam jiwa. Penanganan yang tepat juga memastikan pasien asma dan alergi makanan tersebut menerima penilaian rutin mengenai perawatan dan manajemen mereka.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
