Fakta-Fakta Mengenai Asma pada Anak
'
Hai, NutriCiers!
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan. Inflamasi ini menyebabkan adanya edema (penumpukkan cairan), bronkokontriksi (penyempitan bronkus) dan peningkatan produksi lendir sehingga terjadi obstruksi (penyumbatan) aliran udara yang membuat penderita merasakan sesak di dada, mengi, dan batuk. Gejala ini dapat muncul beberapa kali dalam sehari atau seminggu, dan pada beberapa orang gejala bisa dirasakan lebih parah pada saat malam hari atau ketika berolahraga.
Penyebab Asma pada Anak-Anak
Asma pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, NutriCiers. Asma pada anak bisa bersifat genetis atau diturunkan dari orang tuanya yang juga memiliki riwayat asma. Selain itu, pola hidup ibu selama kehamilan dapat menjadi faktor penyebab. Misalnya, ibu yang merokok saat hamil meningkatkan risiko anak yang dilahirkan akan mengalami asma. Begitupun dengan pola makan, berdasarkan studi, makanan tinggi kandungan vitamin E, seng, dan asam lemak tak jenuh ganda dapat melindungi anak dari asma. Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi gula selama kehamilan diketahui meningkatkan risiko asma pada anak. Adapun penyebab lainnya seperti bayi lahir premature dan konsumsi obat-obatan saat bayi. Oleh karena itu, penting untuk jaga pola makan dan pola hidup ya, NutriCiers!
Asma Lebih Banyak Diderita Oleh Anak Laki-Laki
NutriCiers, asma merupakan penyakit yang umum pada anak-anak. Asma pada usia anak lebih banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki. Mengapa demikian? Ternyata, pada anak laki-laki, sebelum pubertas saluran pernapasannya berukuran lebih kecil daripada anak perempuan dengan usia, tinggi, dan berat yang sama.
Aktivitas Fisik Untuk Anak Penderita Asma
Beberapa orang cemas dan berfikiran bahwa penderita asma tidak boleh berolahraga. Namun, NutriCiers, sebenarnya penderita asma tetap harus berolahraga.Seperti fungsi olahraga pada umumnya, yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh kita. Nah, tinggal dipilih saja aktivitas fisik apa yang cocok untuk penderita asma, khususnya jenis aktivitas ringan. Misalnya, jalan kaki, naik sepeda saat ke sekolah atau saat hari libur, berenang, senam, menari, atau bermain permainan aktif lainnya bersama teman, seperti lompat tali, petak umpat, dan sebagainya. Akan tetapi, ada yang perlu diingat juga nih, NutriCiers. Apabila anak sudah mulai merasa sesak atau gejala asma lainnya muncul, maka segera ingatkan ia untuk berhenti melakukan aktivitas tersebut. Lebih lanjut, untuk jenis olahraga apa yang diperbolehkan pada tiap anak penderita asma, NutriCiers bisa tanyakan pada yang ahli, ya!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
