Lewati ke konten
NutriClinic
Issues

ASI Bubuk, Inovasi dan Tantangan dalam Pemberian ASI

Ditulis oleh Wardatul Ashfia3 menit baca
ASI Bubuk, Inovasi dan Tantangan dalam Pemberian ASI

Halo NutriCiers!

Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang sangat penting bagi kehidupan bayi, dan proses menyusui adalah cara utama untuk memberikan zat gizi ini secara langsung dari payudara ibu. Namun, teknologi telah membawa perubahan besar dalam bentuk dan metode penyediaan ASI, salah satunya melalui inovasi ASI bubuk.

Munculnya Tren ASI Bubuk

Di Indonesia, ASI bubuk mulai dikenal luas setelah ajang Inovasi Digital dan Teknologi Astranauts 2023. Inovasi ini diperkenalkan oleh mahasiswa program studi kewirausahaan bersama dosen farmasi ITB, yang menciptakan produk ASI bubuk.

Proses ini melibatkan pemompaan ASI, pembekuan pada suhu -50°C selama 3 hingga 5 jam, dan kemudian melalui proses sublimasi, di mana kristal es dalam ASI beku diubah menjadi gas tanpa mencairkan terlebih dahulu, sehingga hanya meninggalkan bubuk yang tidak mengandung uap air. Setiap liter ASI dapat menghasilkan sekitar 140 gram ASI bubuk, dan masa simpan dapat diperpanjang hingga tiga tahun dengan pengemasan kedap udara.

Manfaat dan Tantangan ASI Bubuk

Penelitian menunjukkan bahwa ASI bubuk dapat mengurangi ukuran gumpalan lemak serta jumlah enzim, vitamin C, dan imunoglobulin. Bayi prematur yang diberi ASI bubuk juga dilaporkan mengalami gangguan elektrolit. Meskipun demikian, proses pengeringan beku tidak mempengaruhi aktivitas superoksida dismutase (SOD), profil asam lemak (FA), atau kandungan laktoferin (LF).

Namun, proses ini menurunkan kapasitas antioksidan total (TAC) ASI sebesar 22,1% dan sedikit meningkatkan aktivitas lisozim (LZ) sekitar 9,8%. Penyimpanan ASI beku-kering tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kadar TAC, LF, FA, dan LZ, namun aktivitas SOD menurun sekitar 27% setelah enam minggu  .

Isu Keamanan dan Kualitas Zat Gizi

Kurangnya bukti mengenai keamanan osmolar, mikroba, dan zat gizi dari ASI kering-beku membuat ahli gizi tidak merekomendasikan penggunaannya secara luas. Pengeringan beku tidak menghilangkan bakteri atau virus yang ada dalam ASI, meskipun dapat mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Kontaminasi selama penanganan masih menjadi kekhawatiran potensial.

Keterbatasan dan Kebutuhan Penelitian Lebih Lanjut

Pengeringan beku tidak mempengaruhi kandungan karbohidrat atau protein dalam ASI hingga enam bulan penyimpanan, tetapi efek jangka panjangnya belum jelas.

Beberapa karakteristik lemak/lipid dalam ASI kering-beku juga berubah, seperti ukuran globula lemak dan polidisperitas. Kapasitas antioksidan total, vitamin C, dan vitamin E menurun setelah pengeringan beku, dengan penurunan lebih lanjut pada suhu penyimpanan di atas 4°C .

Jadi, meskipun penelitian awal menunjukkan beberapa potensi manfaat, klaim bahwa ASI bubuk memiliki keunggulan zat gizi dibandingkan ASI segar atau beku tidak sepenuhnya akurat.

Perubahan zat gizi yang diamati setelah pengeringan beku, terutama pada komposisi lipid dan antioksidan, memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan bayi. Uji klinis yang lebih komprehensif diperlukan untuk menilai keamanan dan efektivitas ASI bubuk, termasuk analisis ketat terhadap kandungan zat gizi dan bioaktif ASI setelah proses pengeringan beku dan penyimpanan jangka panjang.

Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan tegas memperingatkan agar kita tidak gegabah dalam mempromosikan atau memberikan ASI yang telah melalui proses freeze-drying kepada bayi, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis khusus seperti prematur atau gangguan kekebalan tubuh.

Zat aktif yang menjadi keunggulan ASI hilang dalam proses ini, dan produk ini tidak melalui proses sterilisasi yang memadai, sehingga ada risiko pertumbuhan bakteri selama penyimpanan.

Menyusui langsung dari payudara ibu jauh lebih direkomendasikan. Selain memberikan zat gizi yang sempurna, proses ini juga menciptakan kontak erat antara ibu dan bayi, menumbuhkan rasa aman, dan memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Menyusui bukan hanya soal memberikan ASI, tetapi juga memberikan cinta, kehangatan, dan rasa aman yang tak ternilai bagi si kecil. yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi ibu dan anak!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anak#ASI#ibu menyusui#inisiasi menyusui dini#laktasi#menyusui#news

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya