Lewati ke konten
NutriClinic
Issues

Efek Pandemi Berdampak Pada Kunjungan Posyandu!

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Efek Pandemi Berdampak Pada Kunjungan Posyandu!
Para ibu perlu memantau dan menjaga kesehatan anak dengan rutin mengunjungi posyandu untuk pemeriksaan, baik mengunjungi posyandu secara langsung maupun secara daring maupun aktif pada posyandu door to door.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/little-baby-being-health-clinic-vaccination_12892233.htm#page=1&query=hospital%20baby&position=8

Hallo Nutriciers!

Posyandu merupakan program pemerintah dalam memperhatikan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan kesehatan dan menurunkan angka kematian. Program posyandu akan di tentukan oleh peran aktif ibu dalam membawa anak ke posyandu. Pemantauan dan pelaksanaan kegiatan posyandu diserahkan kepada daerah masing-masing sesuai dengan kondisi atau zona covid dari daerah tersebut. Namun pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi dari tahun 2020 sampai saat ini dilaporkan kasus yang dikonfirmasi sebanyak 136 juta kasus dengan 2,9 juta kematian secara global. Kondisi ini membuat pelayanan posyandu sempat terhenti.

Kegiatan layanan di posyandu yang terhenti diantaranya pelayanan terhadap kesehatan ibu dan anak yang terdiri dari :

a). Layanan pemeriksaan kehamilan, dan

b). Layanan bagi bayi dan balita.

Kunjungan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil menurun di beberapa wilayah seperti Kota Jakarat Timur, Kabupaten Badung, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Maros. Penurunan jumlah kunjungan ini disebabkan karena perubahan metode layanan yang menyesuaikan dengan protokol pemerintah pada masa pandemik Covid-19 seperti penundaan pos pelayanan terpadu dan pelayanan di puskesmas. Penundaan ini membuat layanan menjadi berkurang, kegiatan posyandu dialihkan dengan melakukan kunjungan ke rumah maupun layanan daring. Sedangkan untuk pelayanan bagi bayi dan balita berupa imunisasi juga dilakukan penundaan sehingga pelayanan menjadi berkurang. Faktor yang menjadi penghambat pelayanan gizi kesehatan ibu dan anak selama pandemi yaitu kurangnya jumlah tenaga medis yang bahkan sudah terjadi sejak sebelum pandemi COVID-19 sehingga layanan kunjungan ke rumah sulit dijalankan. Selain itu adanya kecemasan dan kekhawatiran, baik dari tenaga kesehatan maupun para ibu bahwa mereka dapat terinfeksi virus corona juga merupakan faktor yang menghambat layanan gizi dan KIA selama masa pandemi COVID-19.

Kecemasan yang dirasakan tersebut wajar karena memang sampai saat ini untuk angka Covid-19 sulit teratasi. Kecemasan ini mungkin disebabkan ketidaktahuan orang tua dalam pencegahan Covid-19 terutama pada saat mengikuti posyandu. Namun pemerintah telah mengeluarkan buku panduan kesehatan balita di masa pandemi yang di keluarkan oleh Kementrian Kesehatan tahun 2020 kegiatan posyandu dapat berjalan setelah mematuhi protokol seperti kegiatan posyandu mendapat persetujuan dari pemerintah setempat, pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan masker bagi anak dan pengantar, ruangan yang digunakan cukup besar dengan sirkulasi udara yang baik, menyediakan fasilitas cuci tangan atau handsanitizer serta mengatur jarak. 

Maka dari itu, bagi para ibu penting untuk memantau dan menjaga kesehatan anak dengan rutin mengunjungi posyandu untuk pemeriksaan, baik mengunjungi posyandu secara langsung maupun secara daring maupun dikunjungi oleh tenaga kesehatan langsung. Tetap patuhi protokol dan menjaga jarak agar terhindar dari Covid-19.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas !

Tag:#Balita#Bayi#Hari Posyandu Nasional#ibu hamil#Pandemi Covid-19

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Tata Laksana Kehamilan dengan Hepatitis B

Tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Untuk memperingati hari Hepatitis Sedunia, kita akan membahas mengenai penyakit hepatitis pada ibu hamil dan pengaruhnya te

Silvia Bufa Amanda