Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Keluarga sebagai Kunci Sukses Seorang Ibu untuk Menyusui

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Keluarga sebagai Kunci Sukses Seorang Ibu untuk Menyusui
Keluarga memiliki peran penting dalam menyukseskan pemberian ASI eksklusif oleh ibu ke bayinya selama enam bulan.

Halo NutriCiers!

Memperingati Hari Keluarga yang jatuh pada tanggal 29 Juni, kali ini NutriClinic akan membahas mengenai peran keluarga dalam pemberian ASI eksklusif. Penting untuk kita semua tahu, bahwa keluarga merupakan kunci sukses bagi seorang ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi anaknya.

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga. Sayangnya, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih tergolong rendah. Survei tahun 2018 menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif berkisar pada angka 37,3%. Angka ini masih jauh dari target cakupan ASI eksklusif nasional yaitu sebesar 80%. Padahal ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu. Selain mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung zat yang baik untuk kekebalan tubuh seperti Ig A, Ig M, Ig G, Ig E, laktoferin, dan lisosom yang dapat melindungi bayi dari infeksi. Pemberian ASI juga dapat menurunkan angka kematian pada bayi dan telah terbukti manfaatnya terhadap kesehatan bayi untuk jangka panjang.

Padahal sudah banyak ibu yang tahu bahwa ASI eksklusif punya segudang manfaat bagi si kecil, lalu mengapa angka cakupannya masih rendah? 

Nah, rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia salah satunya disebabkan oleh rendahnya dukungan keluarga, NutriCiers. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga adalah faktor eksternal yang memiliki pengaruh paling besar terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Dukungan keluarga terutama dari suami dan orang tua dapat menjadi support system utama sehingga ibu lebih semangat dalam meningkatkan durasi pemberian ASI eksklusif pada bayinya hingga enam bulan setelah melahirkan.

Dukungan keluarga terhadap ibu yang sedang menyusui dapat berupa :

1. Dukungan Instrumental

Dukungan instrumental dapat dilakukan dengan memberikan bantuan langsung berupa alat-alat untuk menyusui seperti pumping ASI.

2. Dukungan Informasi

Dukungan informasi dari keluarga dapat dilakukan dengan memberikan nasihat dan informasi mengenai manfaat ASI eksklusif baik bagi sang buah hati maupun ibu.

3. Dukungan Emosional dan Penghargaan

Dukungan emosional dari keluarga khususnya suami akan memberikan semangat dan motivasi positif pada ibu dalam memberikan ASI. Dukungan emosional ini dapat berupa pujian, dorongan, reinforcement atau penguatan positif atas tindakan ibu dalam memberikan ASI pada bayinya.

Sebegitu pentingnya faktor dukungan keluarga sebagai penentu kesuksesan ASI eksklusif dari ibu ke anak. Oleh karena itu, mari kita sama-sama bantu menyukseskan program pemberian ASI eksklusif untuk para ibu di Indonesia dengan menjadi anggota keluarga yang suportif!

Salam gizi, sehat berkualitas!

Tag:#ASI#ASI Eksklusif#Bayi#Bayi Baru Lahir#dukungan sosial#family#gizi anak#Hari Keluarga Nasional#Healthy#ibu menyusui#Information#keluarga#kesejahteraan keluarga#laktasi#news#peran keluarga

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Covid-19

Tingginya prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) dikaitkan dengan pandemi Covid-19, dimana seseorang yang positif Covid-19 dapat berisiko terjangkit DBD. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-ve

Muthia Syifa Rahmadina

Seberapa sering kita harus mengganti sikat gigi?

Mengganti sikat gigi maksimal tiga bulan sekali Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-photo/close-up-image-man-s-hands-holding-tube-squeezing-whitening-toothpaste-brush_11103060.htm#page=1&quer

Anisa Gita Ayu Sekarini

Nutrisi Sehat Bagi Penderita Hemofilia

Hemofilia A adalah kelainan genetik yang ditandai dengan defisiensi faktor pembekuan VIII. Karena tidak ada faktor pembekuan VIII, maka menyebabkan perdarahan menjadi tidak terkontrol.

Bariza Diah Astari