Telinga Berdenging dan Kaitannya dengan Asupan Zat Gizi
Hai NutriCiers!
Apa kamu pernah merasa mendengar suara berisik, seperti desisan, dengungan, gemuruh, atau bunyi mengganggu lainnya di telingamu? Dalam bahasa medis, ini disebut tinnitus. Tinnitus terjadi ketika kita mempersepsikan ada bunyi yang terdengar, namun itu bukan berasal dari sumber eksternal. Gangguan pendengaran ini tidak hanya dialami oleh lansia atau orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak dan remaja. Tinnitus objektif adalah ketika suara yang didengar oleh penderita juga didengar oleh orang lain. Tinnitus subjektif terjadi ketika hanya penderita yang dapat mendengar suara tersebut dan ini merupakan jenis tinnitus yang kebanyakan terjadi.
Gejala yang dirasakan bisa berbeda-beda pada setiap penderitanya. Ada yang mendengar suara tersebut hanya di satu telinga atau kedua-duanya. Suara tersebut bisa hilang atau bisa pula untuk menetap terus-menerus. Volume suaranya ada yang rendah, tapi ada juga yang tinggi hingga mengganggu konsentrasi si penderita dan membuatnya susah menangkap suara dari sumber eksternal. Tinnitus bisa terjadi karena adanya rangsangan suara yang besar dari luar atau karena penuaan sehingga sel rambut di dalam telinga bagian dalam (koklea) tidak bergetar dan yang terjadi selanjutnya adalah adanya kekacauan pada persinyalan listrik di otak sehingga timbul suara-suara berdenging. Tinnitus juga bisa terjadi karena terdapat infeksi di telinga, cedera di kepala atau leher, terdapat gangguan pada pembuluh darah, serta obat-obatan dan beberapa penyakit.
Hubungannya dengan zat gizi apa? Ternyata, mengonsumsi makanan yang sehat dapat menurunkan risiko mengalami tinnitus. Asupan zat gizi yang adekuat, asupan cairan yang cukup, serta mengonsumsi suplemen harian yang mengandung vitamin B2 dan B3 direkomendasikan untuk orang yang mengalami tinnitus. Vitamin B3 dapat meningkatkan aliran darah di koklea dan vitamin B2 berfungsi sebagai kofaktor vitamin B lainnya. Mengomsumsi makanan yang tidak sehat, yaitu yang tinggi lemak serta rendah sayur dan buah meningkatkan risiko terjadinya tinnitus. Tinggi asupan lemak jenuh berdampak pada penyakit kardiovaskular yang juga berhubungan dengan kehilangan pendengaran. Contohnya adalah daging ayam, babi, kambing, sapi, jeroan, keju, dan lainnya.
Merokok dapat menyebabkan gangguan pendengaran, termasuk tinnitus. Namun, tidak dengan kafein dan alkohol. Gula dibutuhkan oleh otak untuk bekerja dengan baik, namun mengonsumsi makanan manis terlalu banyak justru akan mengganggu proses ini sehingga bisa terjadi tinnitus. Buah sumber kalium, seperti pisang, melon, dan semangka bagus untuk penderita tinnitus karena dapat menurunkan tekanan darah sehingga aliran darah ke seluruh organ tubuh lancar. Namun, jika mengonsumsinya lebih dari kebutuhan akan berdampak negatif pada kesehatan tubuh.
NutriCiers, yuk kita jaga tubuh kita dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan.
Salam Gizi, Sehat Bekualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
