Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Apakah PICA menjadi Penyebab Anemia pada Anak?

Ditulis oleh Anita Rachmatun Nikmah3 menit baca
Apakah PICA menjadi Penyebab Anemia pada Anak?

Hai Nutriciers!

Pernahkah anda mendengar istilah PICA? PICA adalah salah satu kondisi gangguan makan atau eating disorder yang ditandai dengan kebiasaan konsumsi hal yang bukan makanan dan dapat menyebabkan efek medis. Salah satu efek yang sering dijumpai terutama pada anak adalah anemia defisiensi besi. Benda-benda yang sering dikonsumsi oleh pasien PICA adalah batu, pasir, es batu, kapur, kertas, rumput, rambut, cangkang telur, mainan. Kondisi ini dapat diamati jika terjadi selama 1 bulan maka dapat disebut PICA. 

Apakah penyebab PICA?

PICA seringkali terjadi pada anak usia pra sekolah (2-6 tahun), namun beberapa kasus juga terjadi pada orang dewasa. Rentang usia ini merupakan masa emas bagi pertumbuhan anak, tentu menjadi perhatian khusus bagi para orang tua agar anak tidak sampai pada kondisi malnutrisi akibat PICA. Selain karena faktor usia, gangguan makan ini sering juga disebabkan oleh kondisi mental illness (schizoprenia, kecemasan berlebih, obsessive compulsive disorder/OCD), autisme, kondisi ibu hamil yang mengalami ngidam. Beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko gangguan makan ini, diantaranya anak yang tinggal di daerah kumuh memiliki potensi lebih besar untuk mengalami PICA, orang yang tinggal di tengah lingkungan yang memiliki budaya khusus seperti keyakinan terhadap benda-benda yang dianggap sakral dan dapat dikonsumsi karena diyakini dapat berkhasiat menyembuhkan.

Bagaimana PICA menjadi penyebab anemia defisiensi besi?

Sampai dengan saat ini belum dapat dipastikan PICA menjadikan anemia defisiensi besi atau sebaliknya. Beberapa penelitian menyebutkan beberapa pasien anemia defisiensi besi berasal dari kebiasaan PICA. PICA menyebabkan anemia defisiensi besi karena dengan mengkonsumsi benda di luar makanan maka konsumsi makanan dengan zat gizi yang cukup untuk tubuh akan berkurang. Sehingga terjadi defisiensi beberapa zat gizi seperti zat besi, fosfor, kalsium, dll. Selain itu, akibat mengkonsumsi benda bukan makanan dapat mengakibatkan bezoar atau adanya massa padat dari suatu bahan yang tidak dapat dicerna sehingga menumpuk di saluran pencernaan dan menyebabkan perdarahan. Namun beberapa penelitian juga menyebutkan akibat anemia defisiensi besi akan mengubah pengaturan hipotalamus dalam memproduksi hormon yang mempengaruhi rasa lapar sehingga ada dorongan untuk melakukan PICA pada beberapa kasus. Hal ini masih terus dilakukan penelitian, anda dapat mencegah jika belum terjadi dan mengatasi jika sudah ada tanda-tanda PICA pada anak.

Cara Mengatasi PICA di rumah

Jangan dahulu panik, anda dapat mengatasi PICA dengan beberapa hal berikut:

1. Konsultasikan ke dokter untuk melihat apakah ada infeksi atau keracunan tertentu.

2. Konsultasikan ke psikolog untuk mengidentifikasi apakah ada mental illnes yang menyebabkan PICA atau tidak

3. Melakukan terapi pemberian Fe jika terjadi anemia defisiensi besi

4. Menerapkan pola makan yang benar terutama pada pemilihan makanan. Anda dapat memberikan makanan sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

5. Memberikan pengertian dan pengenalan kepada anak hal-hal yang bisa dan tidak bisa dimakan.

6. Memastikan anak berada pada lingkungan yang bersih dan dalam pengawasan agar tidak terjadi memasukkan benda bukan makanan ke dalam mulut.

Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, kita akan dapat lebih bijak dalam menangani masalah PICA pada anak. Jangan lupa tetap cek kondisi kesehatan dan status gizi anak dengan tenaga ahli. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi anak!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya