Rahasia Senyum Sehat Buah Hati di Masa Depan!
Hai NutriCiers!
Tumbuh kembang anak tentu menjadi fokus tersendiri untuk para Ayah dan Bunda di seluruh dunia. Mengapa? Tentu karena anak merupakan generasi yang disiapkan untuk masa depan. Kenyataannya masih banyak masalah yang timbul terutama mengenai gizi mereka. Stunting menjadi hal yang sering digaungkan. Kasus stunting di negara kita menduduki peringkat 115 dari 151 negara loh.
Stunting adalah keadaan gagal tumbuh yang ditandai dengan tinggi anak kurang dari anak pada umumnya karena kurang asupan gizi dalam waktu lama dan faktor genetik hanya berkontribusi kecil terhadap stunting. Pencegahannya dapat dilakukan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan periode emas pertumbuhan anak dengan memperbaiki status gizi anak.
Balita merupakan kelompok yang rentan karena di masa tersebut sedang terjadi growth spurt (percepatan pertumbuhan). Hal yang perlu diperhatikan dalam memaksimalkan tumbuh kembang buah hati yaitu dengan memberikan asupan yang sesuai dengan kebutuhan gizi si kecil. Asupan terbaik untuk bayi yaitu ASI. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif (0-6 bulan) sudah banyak dipromosikan di segala sektor, karena kesempurnaan ASI yang dapat mencukupi kebutuhan bayi serta adanya kolostrum yang mengandung imunitas bagi bayi. Kandungan seperti karbohidrat (laktosa), lemak, protein (lactobumin) serta vitamin dan mineral yang mudah dicerna sehingga memudahkan bayi mendapatkan asupan yang cukup. Kebutuhan bayi akan mempengaruhi komposisi ASI dalam hal hindmilk dan foremilk. Sehingga Ayah dan Bunda pada 6 bulan pertama tidak perlu memberikan apapun selain ASI kecuali jika terdapat indikasi medis. Penelitian menyebutkan pemberian ASI eksklusif menjadi faktor pencegahan balita stunting, walaupun susu formula dapat memberikan kebutuhan gizi bayi tetapi tidak mengandung antibodi seperti halnya dalam ASI. Resiko infeksi yang timbul pada bayi non-IMD dan non-ASI eksklusif dapat menjadikan anak stunting.
Semakin bertambah usia balita maka kecukupan gizi tidak 100% terpenuhi dari ASI, sehingga Ayah dan Bunda dapat memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). ASI hanya mencukupi 70% kebutuhan bayi setelah usia 6 bulan dan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan susu menuju ke makanan yang semi padat. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. MP-ASI yang berkualitas yaitu mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Pemberian MP-ASI juga harus sesuai yaitu saat usia 6 bulan karena keterlambatan dalam pemberian maupun terlalu dini dapat meningkatkan resiko stunting.
Senyum sehat anak Ayah dan Bunda akan terlihat jika periode emas ini diperhatikan. Mari cegah stunting untuk masa depan buah hati ya NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
