Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Diabetes: Mencegah Hipoglikemia Akibat Aktivitas Fisik

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Diabetes: Mencegah Hipoglikemia Akibat Aktivitas Fisik
Sering cek gula darah sebelum dan sesudah olahraga, menerapkan aturan 15-15, mengatur waktu, durasi dan intensitas olahraga untuk mencegah hipoglikemia akibat aktivitas fisik

Halo NutriCiers!

Tahukah bahwa hipoglikemia (kadar gula darah rendah) dapat dialami oleh penderita diabetes? Lalu, apakah aktivitas fisik bisa memicu hipoglikemia pada penderita diabetes? Yuk, simak penjelasannya!

Insulin bertugas memasukkan glukosa dari makanan ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Pada kondisi diabetes, pankreas tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel (gula darah tinggi). Namun, jangan salah, meski diabetes identik dengan kadar gula darah tinggi, beberapa kondisi dapat menyebabkan hipoglikemia. 

Hipoglikemia ditandai dengan kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Penyebab hipoglikemia pada penderita diabetes diantaranya konsumsi obat insulin. Konsumsi karbohidrat yang kurang ketika menjalani pengobatan insulin juga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Selain itu, aktivitas fisik juga dapat memicu hipoglikemia pada penderita diabetes. Terutama jika dosis insulin yang digunakan dan asupan karbohidrat tidak diseimbangkan dengan durasi dan intensitas olahraga. Ini karena olahraga memerlukan energi sehingga glukosa dalam darah berkurang. Padahal, olahraga sangat direkomendasikan karena dapat mengurangi keparahan komplikasi pada penderita diabetes, lho! Yuk, simak tips mencegah hipoglikemia akibat aktivitas fisik berikut!

1. Sering Cek Gula Darah 

Mengecek kadar gula darah sebelum, ketika, dan sesudah olahraga penting dilakukan untuk mendeteksi hipoglikemia. Sebagai tambahan, Anda juga bisa mengandalkan alat monitoring glukosa kontinyu (GCM) yang dapat terus membaca kadar gula darah ketika berolahraga.

2. Terapkan Aturan 15-15

Aturan 15-15 dilakukan ketika atau setelah olahraga. Pertama cek kadar gula darah Anda. Jika di bawah 100 mg/dL, maka konsumsilah 15-20 gram karbohidrat (dapat berupa 4 gram tablet glukosa/15 gram gel glukosa/8 sdm jus atau soda/1 sdm gula atau madu). Setelah 15 menit, cek kembali kadar gula darah. Jika masih di bawah 100 mg/dL, konsumsi lagi 15 gram glukosa. Ulangi langkah-langkah tersebut setiap 15 menit hingga gula darah normal. Ketika sudah normal Anda dianjurkan untuk makan atau mengemil. Jika ingin lanjut olahraga, istirahatlah sejenak untuk menormalkan kadar gula darah sebelum mulai kembali.

3. Atur Waktu Aktivitas Fisik

Lakukan olahraga setelah makan. Hindari olahraga di waktu petang untuk mencegah hipoglikemia ketika tidur malam.

4. Tingkatkan Durasi Kemudian Intensitas

Perubahan intensitas dan durasi olahraga mendadak dapat menyebabkan hipoglikemia. Maka, tingkatkan dahulu durasi olahraga baru tambahkan intensitas ketika mulai terbiasa. Misalnya tambahkan 5-10 menit pada olahraga jalan atau sepeda. Jika sudah terbiasa, tambahkan kecepatannya.

Aktivitas fisik memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan penderita diabetes. Oleh karena itu, jangan enggan olahraga ya, NutriCiers! Terapkan tips-tips di atas untuk mengatasi hipoglikemia karena aktivitas fisik.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#aktivitas fisik#glukosa#Gula#gula darah#hari aktivitas fisik sedunia#hipoglikemia#insulin#karbohidrat#olahraga#Penyakit degeneratif#penyakit tidak menular

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Apa Manfaat Olahraga Bagi Ibu Hamil?

Aktivitas fisik sesuai rekomendasi bermanfaat selama kehamilan hingga memperlancar proses persalinan. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/pregnant-young-woman-doing-prenatal-yoga-eagle-p

Sabela Nadhira Rakhmatika