Apa Manfaat Olahraga Bagi Ibu Hamil?
Halo, NutriCiers!
Di Indonesia terdapat hampir 20.000 kejadian kematian ibu akibat komplikasi pada saat hamil maupun melahirkan setiap tahunnya. Kehamilan merupakan hal yang istimewa bagi wanita karena adanya perubahan status menjadi seorang ibu. Pada fase ini, terjadi banyak perubahan baik fisik, psikis, maupun mental. Karena perubahan inilah pada sebagian ibu hamil mengalami penurunan perilaku olahraga dan ketidaktifan selama kehamilan. Hal ini memiliki dampak buruk bagi ibu maupun janin. Salah satu manfaat olahraga saat hamil yaitu dapat menurunkan risiko preeklampsia dan diabetes gestational.
Olahraga merupakan aktivitas fisik yang penting bagi ibu dan janin karena berdampak baik untuk kesehatan. Semua wanita hamil yang sehat tanpa masalah dapat mengikuti pedoman olahraga yang sama dengan orang dewasa yang tidak hamil, yaitu melakukan latihan aerobik dan kekuatan pada intensitas sedang setidaknya 20—30 menit/hari. Wanita harus berolahraga di lingkungan yang nyaman, menjaga hidrasi, serta mencegah paparan kelembaban dan kondisi panas. Latihan harus dihentikan jika seorang wanita hamil mengalami tanda atau gejala peringatan, seperti pendarahan, kontraksi yang teratur atau menyakitkan, kebocoran cairan ketuban, dispnea sebelum aktivitas, pusing, sakit kepala, sakit dada, nyeri otot, kelemahan otot yang memengaruhi keseimbangan, nyeri betis, atau pembengkakan.
Olahraga selama kehamilan bermanfaat dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, meredakan nyeri punggung, mengurangi tingkat stres, mengendalikan kenaikan berat badan selama hamil, dan meningkatkan kekuatan otot panggul. Olahraga selama kehamilan juga dapat menurunkan risiko persalinan prematur karena selama melakukan latihan, terdapat mekanisme penurunan stres oksidaktif. Latihan ini juga dapat merangsang aktivitas myometrium sehingga kontraksi uterus menjadi maksimal dan membantu kelancaran persalinan. Jika myometrium tidak berkontraksi, dapat terjadi pendarahan selama persalinan akibatnya robekan jalan lahir yang dapat terjadi saat kepala dan bahu bayi dilahirkan serta rensio plasenta atau kondisi tertahannya plasenta hingga waktu 30 menit setelah bayi lahir.
Olahraga yang dapat dilakukan oleh ibu hamil di antaranya yaitu senam hamil dan yoga. Olahraga ini dapat meningkatkan hormon endorfin. Gerakan senam hamil dan yoga terdapat relaksasi, latihan pernapasan panjang, dan meditasi yang baik untuk menstabilkan emosi seperti mengurangi kecemasan, rasa takut, dan sakit selama kehamilan dan persalinan. Hormon endorfin yang diproduksi saat latihan fisik memberikan rasa rileks, tenang, serta dapat menghambat rangsangan nyeri yang timbul pada masa kehamilan maupun persalinan. Selain itu, hormon enkefalin dengan latihan fisik selama kehamilan akan bertambah secara alami. Hormon ini bekerja sama dengan hormon endorfin sebagai ihibitor transmisi nyeri.
Oleh karena itu, bagi para calon ibu yang menginginkan proses persalinan yang lancar, sangat dianjurkan untuk tetap berolahraga dengan ketentuan di atas.
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
