Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Diet FODMAD untuk Sindrom Iritasi Usus Besar dan Gangguan Pencernaan Lainnya

Ditulis oleh Trianisa Purwanto2 menit baca
Diet FODMAD untuk Sindrom Iritasi Usus Besar dan Gangguan Pencernaan Lainnya

Halo NutriCiers!

Tahukah kamu? Di awal tahun 2000 Universitas Monash di Australia mengidentifikasi sekelompok karbohidrat rantai pendek yang sulit dicerna dan menyebabkan gejala pencernaan pada penderita sindrom iritasi usus besar atau biasa disebut dengan irritable bowel syndrome (IBS).

Pada prinsipnya diet ini menghindari makanan yang mengandung tinggi FODMAP (Fermentable, Oligosaccharides, Disaccharides, monosaccharides and Polyol).

Makanan tinggi FODMAP dapat memicu peningkatan cairan pada usus halus sehingga menimbulkan gejala seperti kembung pada perut, dan diare. Selain itu dapat meningkatkan produksi gas pada usus besar, disebabkan oleh karbohidrat rantai pendek yang sulit dicerna atau diserap, akan terfermentasi di usus besar yang memicu gejala perut sebah atau terasa penuh dengan gas.

Makanan dengan kandungan FODMAP tinggi :

  • Bumbu-bumbu : bawang putih, bawang merah, bawang bombai, batang daun bawang, paprika merah
  • Buah -buahan : apel, jus apel, ceri, mangga, semangka, alpukat
  • Sayuran : asparagus, bit, asparagus, jamur, brokoli, kubis, kembang kol
  • Protein : kacang polong, kacang tanah, kacang kedelai, kacang pistachio, kacang tanah, selai kacang, kacang mete, sari kedelai, protein hewani yang dibumbui (ungkep, bacem, kalengan, dll)
  • Sumber karbohidrat : gandum dan semua produknya (roti, terigu,mie dsb), semolina, biskuit
  • Produk susu : susu sapi, susu evaporasi, es krim, yoghurt
  • Gula : sirup jagung tinggi fruktosa, inulin, isomalt, lactitol, maltitol, maltinol, sorbitol, xylitol dll.

Fase diet FODMAP

  1. Fase Eliminasi

Selama fase ini dianjurkan untuk menghindari makanan dengan tinggi FODMAP, dan mengutamakan konsumsi makanan dengan rendah atau tanpa FODMAP. Fase ini dilakukan selama 2-6 minggu.

  1. Pengenalan Kembali

Selama fase ini makanan dengan tinggi FODMAP dikonsumsi Kembali dalam jumlah kecil dengan cara mengkonsumsi satu-persatu makanan tersebut dengan waktu 3-7 hari per jenis makanan.

  1. Final (kontinyu)

Fase yang membentuk pola makan jangka panjang setelah mengetahui makanan yang dapat ditoleransi dan menghindari makanan yang memicu gejala.

Contoh menu FODMAP dalam sehari

  • Sarapan  : nasi merah + omelet + wortel parut
  • Snack : Pisang
  • Siang : Nasi putih + ayam bumbu kuning panggang + sayur asem
  • Snack : jus melon (tanpa gula)
  • Malam : perkedel kentang + sayur sop ayam + tempe orek teri

Jika ingin mengetahui resep makanan FODMAP bisa dilihat di web dan aplikasi FODMAP juga. Diet FODMAP merupakan diet spesifik bagi penderita gejala saluran cerna terutama sindrom iritasi usus besar. Oleh karena itu sangat penting untuk menghubungi tenaga Kesehatan untuk mendapatkan saran terbaik. 

Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat menghubungi ahli gizi Nutric.id untuk mendampingi diet mu agar lebih optimal dan menyenangkan. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#diet#Healthy#Information#kesehatan#pencernaan#Saluran pencernaan

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya