Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Pastikan Teh Telur Khas Imlek Matang Sempurna, Agar Aman Dikonsumsi Balita dan Anak-Anak

Ditulis oleh Maharani Kusuma Dewi2 menit baca
Pastikan Teh Telur Khas Imlek Matang Sempurna, Agar Aman Dikonsumsi Balita dan Anak-Anak
Jika ingin memberikan sajian teh telur pada buah hati Anda, disarankan telur tersebut sudah dalam keadaan bersih dan matang sempurna agar balita dan anak-anak tidak mengalami alergi dan kekurangan vitamin B7.

Hi NutriCiers!

Banyak orang, termasuk anak-anak suka mengonsumsi telur yang diolah setengah matang. Salah satu makanan khas imlek adalah teh telur. Proses pembuatan teh telur, dengan merebus telur bersama kecap asin, dauh teh, dan rempah-rempah. Ketika telur setengah matang, cangkang telur diretakan agar bumbu terserap ke dalam telur. Namun, tahukah Anda bahwa hal ini sangat tidak dianjurkan untuk anak-anak?

Seperti yang Moms tahu, telur terdiri dari 2 bagian utama. Bagian putih telur dan kuning telur. Sebagian besar putih telur kaya akan protein. Sedangkan, kuning telur kaya akan lemak.

Putih telur mengandung beberapa senyawa protein. Terdiri dari ovalbumin, conalbumin, ovomucoid, lysozyme, flavoprotein, ovoglobulin, ovoinhibitor, ovotransferrin, dan avidin. Empat protein utama dalam putih telur tersebut menjadi agen utama sebabkan alergi telur pada anak. Empat protein tersebut adalah:

  1. Ovomucoid (11% protein putih telur)
  2. Ovalbumin (54% protein putih telur)
  3. Ovotransferrin (12% protein putih telur)
  4. Lysozyme (3,4% protein putih telur)

Jenis protein tersebut biasanya tidak mampu dicerna usus halus balita, jika tidak diuraikan secara sempurna lewat proses pemanasan (misalnya direbus atau digoreng hingga matang). Ketidakmampuan mencerna senyawa – senyawa protein ini bisa menyebabkan alergi pada balita ketika mengonsumsi telur yang dimasak kurang benar. Penelitian menunjukan 80% anak dengan alergi telur setengah matang bisa mentolerir konsumsi telur yang sudah matang.

Gejala alergi telur berupa bentol–bentol, mual bahkan muntah, diare, sesak napas, denyut nadi melemah, ruam pada kulit dan lainnya.

Selain itu, konsumsi telur setengah matang bisa menyebabkan anak kekurangan vitamin B7. Telur kaya akan vitamin B7. Pada kondisi telur setengah matang, avidin mengikat vitamin B7. Akibatnya vitamin B7 tidak bisa diserap tubuh. Proses pemasakan dan panas yang tepat bisa menonaktifikan ikatan tersebut. Sehingga, vitamin B7 dapat diserap tubuh.

Dari sisi kebersihan telur, para ahli mengingatkan kemungkinan munculnya bakteri perusak (Salmonella spp) yang menempel di cangkang dan bisa masuk ke pori – pori telur. Hal ini menyebabkan kontaminasi antara bakteri dan isi dalam telur. Pemanasan yang sempurna, bisa menjamin bakteri tersebut mati sebelum berkembang biak dalam perut balita.

Oleh karena itu jika memberikan sajian teh telur pada buah hati Anda, disarankan telur tersebut sudah dalam keadaan bersih dan matang sempurna ya Moms. Agar balita tidak mengalami alergi dan kekurangan vitamin B7. Anak sehat, ibu senang.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#alergi#anak#Balita#Imlek#makanan#malnutrisi#perayaan#protein#telur#vitamin

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya