Tips Olahraga dan Nutrisi Untuk Penderita Thalasemia!
Halo NutriCiers!
Olahraga merupakan kegiatan yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. Manfaat dari rutin berolahraga dapat dirasakan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Baik dari manfaat kecil seperti tubuh terasa lebih segar dan lebih optimal dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari sampai manfaat jangka panjang seperti tercegah dari berbagai penyakit kronis. Segudang manfaat inilah yang membuat banyak orang sangat bersemangat dalam menjalankan rutinitas olahraga. Namun hal ini berbeda dengan mereka yang memiliki penyakit thalasemia.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, thalasemia merupakan penyakit kelainan bawaan pada darah yang diturunkan oleh orang tua. Penyakit kelainan genetik ini menyebabkan protein dalam sel darah merah atau hemoglobin tidak diproduksi secara normal. Akibatnya, hanya sedikit dari sel darah merah pada sistem peredaran darah yang berfungsi secara efektif. Peran dari sel darah merah adalah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh agar metabolisme tubuh berjalan optimal. Ketika jumlah sel darah merah rendah, maka begitu pula jumlah oksigen yang terdapat dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan penderita thalasemia sering kali merasakan gejala lelah, mudah mengantuk, kesulitan bernapas, bahkan pingsan.
Gejala-gejala inilah yang mengganggu penderita thalasemia untuk melakukan aktivitas fisik. Karena kesulitan ini, mereka harus menghindari olahraga yang rentan terhadap cedera. Jenis olahraga yang cocok bagi penderita thalasemia yaitu olahraga dengan intensitas rendah, seperti berenang, yoga, atau aerobik. Sedangkan olahraga berat seperti taekwondo , karate, atau muay thai merupakan pilihan olahraga yang sebaiknya dihindari.
Selain berolahraga, para pengidap thalasemia juga dapat menjaga gaya hidup sehat melalui asupan konsumsi. Untuk menjaga kestabilan metabolisme pada tubuh, pasien thalasemia disarankan untuk mengkonsumsi asupan yang mengandung nutrisi seimbang, tinggi akan protein, energi, vitamin B kompleks (terutama asam folat dan B12) dan mineral zinc. Kebutuhan kalori penderita thalasemia, terutama pada usia anak-anak, dianjurkan untuk 20% lebih tinggi daripada angka kecukupan gizi harian (AKG) agar dapat membantu masa pertumbuhan. Sedangkan nutrisi yang harus dihindari yaitu penggunaan suplemen mengandung zat besi dan vitamin C dalam dosis tinggi yang dapat memicu penumpukan zat besi.
Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam aspek olahraga dan nutrisi bagi pengidap thalasemia. Namun dibalik semua itu, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan mental dengan berpikir positif sebagai pelengkap dari gaya hidup yang sehat.
Salam gizi, sehat berkualitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
