Berantas Stunting Pada Anak Dengan Konsumsi 1 Telur Perhari
Halo NutriCiers!
Tahukah kamu? Stunting masih merupakan salah satu masalah yang menghantui kesehatan anak sampai sekarang. Ketika anak terkena stunting, tinggi tubuh anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Tidak hanya sampai di situ, selain tinggi badan stunting juga bisa mempengaruhi aspek lain yang berkaitan dengan kualitas hidup ketika beranjak dewasa. Kecerdasan intelektual dan sistem imun anak dapat menurun sehingga prestasi belajar tidak maksimal dan juga mudah terserang penyakit. Di umur tua, anak juga lebih rentan menderita penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Masalah kesehatan akibat kekurangan gizi kronis ini biasanya terjadi selama periode 1000 hari pertama kehidupan anak, yakni sejak janin hingga mencapai umur dua tahun. Oleh sebab itu, pada periode awal pertumbuhan dan perkembangan ini pengaruh ibu dalam memberi buah hati asupan nutrisi baik itu sangat penting. Salah satunya dapat berupa memberi anak sajian telur per hari.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak yang mengkonsumsi telur sebutir tiap hari berpotensi lebih rendah untuk terjangkit stunting. Pada studi ini, anak berumur 6-9 bulan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama diberi konsumsi satu butir telur per hari selama enam bulan sedangkan kelompok lainnya jarang mendapatkan telur. Hasilnya, stunting pada kelompok pertama yang mendapatkan telur 47% lebih rendah dibanding kelompok yang jarang. Hal ini membuktikan telur yang kaya akan nutrisi dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dan melindungi anak dari stunting. Selain itu, telur juga memiliki peran penting lainnya bagi anak, seperti berikut:
- Mendukung perkembangan otak
Telur mengandung zat nutrisi yang telah terbukti baik untuk meningkatkan fungsi otak bernama choline. Asupan tinggi choline membantu produksi molekul persinyalan otak sehingga memperkuat fungsi memori dan kognisi anak.
- Membentuk sel darah merah
Satu butir telur besar mengandung 22 mcg folat, atau sekitar 6 persen dari jumlah kebutuhan asam folat harian. Konsumsi asam folat dapat membantu pembentukan sel darah merah sehingga tubuh anak kuat dan terhindar dari anemia.
- Meningkatkan imunitas tubuh
Kandungan mineral seperti zinc dan selenium pada telur dapat membangun sistem imun sehingga anak terhindar dari berbagai penyakit.
Nah, bagaimana nih, Ibu? Sudah berencana untuk memasukan sajian telur sebagai menu makanan anak? Selain membantu anak tumbuh optimal, sajian telur juga mudah untuk diolah dan disukai karena rasanya yang enak. Memang telur bisa dijadikan menu andalan. Walaupun begitu, anak tetap harus diberi asupan lain yang beragam, ya Ibu! Agar tak hanya mendapatkan vitamin dan mineralnya, tetapi juga anak dapat mengeksplorasi berbagai rasa dan tekstur makanan.
Salam gizi, sehat berkualitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
