Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Cara Aktivitas Fisik Mengurangi Gejala Asma

Ditulis oleh Maharani Kusuma Dewi2 menit baca
Cara Aktivitas Fisik Mengurangi Gejala Asma
Aktivitas fisik dapat mengurangi gejala asma dengan cara membentuk toleransi pernafasan, mengurangi inflamasi serta membiasakan paru-paru mengonsumsi oksigen. Cukup aktivitas fisik sederhana namun teratur dapat meningkatkan efek samping positif yang diinginkan.
Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-sportif-dengan-sepeda-beristirahat-di-jalan-pedesaan-di-bawah-sinar-matahari-3771836/

Hi NutriCiers !

Asma merupakan peradangan kronik saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas (hiperaktifitas bronkus) sehingga menyebabkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk terutama pada malam atau dini hari. Kondisi tersebut membuat saluran udara meradang dan bengkak, menyebabkan gejala seperti batuk serta mengakibatkan Anda sulit bernapas.

Olahraga dan aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Dalam rangka memperingati Hari Aktivitas Fisik Sedunia pada tanggal 6 April 2021 nanti, cocok sepertinya apabila kita membahas jenis aktivitas fisik atau olahraga yang dapat dilakukan bagi penderita asma. Bagi NutriCiers yang mempunyai asma, pasti bingung mau olahraga apa kan?

Terkadang, olahraga aerobik dapat memicu atau memperburuk gejala terkait asma. Hal ini terjadi ketika timbul suatu gejala asma pasca olahraga atau bronkokonstriksi akibat olahraga atau yang dikenal sebagai EIB (Exercise-Induced Bronchoconstriction).

Hati-hati, seseorang bisa jadi menderita EIB meskipun tidak menderita asma lho!

Jika Anda memang memiliki EIB, Anda mungkin jadi ragu untuk berolahraga. Eits, tenang dulu. Bukan berarti NutriCiers harus menghindari olahraga teratur ya! Orang dengan EIB dapat melakukan aktivitas fisik dengan nyaman dan mudah juga.

Aktivitas fisik secara teratur bisa mengurangi gejala asma dengan cara meningkatkan kesehatan dan kekuatan paru-paru tanpa memperburuk peradangan. Kuncinya adalah melakukan jenis dan jumlah latihan yang benar. Secara khusus, aktivitas fisik dapat meminimalkan gejala dengan asma dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Berikut contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan:

  1. Jalan kaki

  2. Naik turun tangga

  3. Membersihkan jendela

  4. Bermain dengan anak

  5. Mencuci pakaian

  6. Berkebun

  7. Menyapiu dan mengepel

Seiring waktu, aktivitas fisik dapat membantu meringankan asma Anda karena tubuh dapat membangun toleransi yang dilatih ketika berolahraga. Paru-paru bisa menjadi lebih kuat untuk melakukan aktivitas yang biasanya membuat Anda kehabisan napas.

Selain itu, kondisi asma yang umumnya terdapat peradangan pada saluran pernafasan juga dapat dikurangi dengan melakukan aktivitas fisik teratur. Tubuh akan mengurangi protein inflamasi yang lebih lanjut dapat meningkatkan toleransi pernafasan Anda ketika merespons olahraga.

Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru. Semakin banyak Anda melakukan aktivitas fisik, semakin terbiasa paru-paru Anda mengonsumsi oksigen. Hal tersebut dapat mengurangi seberapa keras tubuh Anda harus bekerja untuk bernapas setiap hari.

Nah, ternyata banyak sekali bukan manfaat aktivitas fisik bagi penderita asma. Tidak perlu aktivitas fisik atau olahraga yang menghabiskan waktu dan banyak uang, justru contoh di atas dapat diterapkan sehari-hari di rumah sehingga lebih aman ketika melakukannya. Jadi tunggu apa lagi, yuk kita semua terapkan aktivitas fisik secara teratur! 

Salam Gizi, Sehat Berkualitas !

Tag:#Asma#berjalan#Bernafas#Exercise Induced Bronchoconstriction#gaya hidup#gaya hidup sehat#hari aktivitas fisik sedunia#Healthy#kesehatan#latihan pernapasan#Memperkuat Otot#Menyapu#Naik Turun Tangga#nutrisi#paru-paru#sehat

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Efek Pandemi Berdampak Pada Kunjungan Posyandu!

Para ibu perlu memantau dan menjaga kesehatan anak dengan rutin mengunjungi posyandu untuk pemeriksaan, baik mengunjungi posyandu secara langsung maupun secara daring maupun aktif pada posyandu door t

Sabela Nadhira Rakhmatika